2.437 Mahasiswa Berkompetisi dalam Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KNMIPA)

JAKARTA, PRIPOS.ID (07/08/2020) – Sebanyak 2.437 mahasiswa dari 300 perguruan tinggi se-Indonesia berkompetisi dalam Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KNMIPA). Saat ini KNMIPA sedang berlangsung dalam tahap seleksi tingkat wilayah dan dilaksanakan dari tanggal 4 sampai dengan 7 Agustus 2020. Pada tahun ini, kompetisi yang dilaksanakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini berlangsung secara daring (online) di tengah pandemi Covid-19.

Bidang lomba yang dilombakan meliputi empat bidang yaitu Matematika, Biologi, Fisika, dan Kimia. Rincian jumlah peserta tiap bidang yaitu Bidang Matematika sebanyak 728 peserta, Bidang Biologi sebanyak 646 Peserta, Bidang Fisika sebanyak 551 Peserta, dan Bidang Kimia sebanyak 512 peserta.

Pada pelaksanaan lomba, peserta dapat mengerjakan soal-soal yang diujikan dari mana saja, menggunakan gawai yang terhubung ke Internet. Selama pelaksanaan lomba, panitia pusat dan tim juri memantau pelaksanaan lomba di Swis-belhotel Bogor Jawa Barat.

Pelaksana Tugas Kepala Puspresnas Kemendikbud, Asep Sukmayadi, mengatakan KNMIPA bertujuan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa berprestasi, untuk mendorong peningkatan prestasi mahasiswa, kemampuan akademik, wawasan dan kecintaan mahasiswa terhadap bidang studi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta peningkatan kualitas perguruan tinggi.

“Pelaksanan KNMIPA tahun 2020 mengalami perubahan dibandingkan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Proses seleksi di tingkat wilayah dan nasional akan diselenggarakan dengan metode dalam jaringan (daring), mempertimbangkan kondisi pandemik Covid-19 di Indonesia,” kata Asep Sukmayadi, di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Misbah Fikrianto, Analis Kebijakan Madya/Koordinator Prestasi Pendidikan Tinggi Puspresnas Kemendikbud menjelaskan, kondisi pandemi Covid-19 menjadikan pelaksanaan berbagai kegiatan kompetisi menyesuaikan kondisi dan lebih adaptif dengan teknologi. “Pelaksanaan KNMIPA tingkat wilayah dilaksanakan secara daring dengan metode Computer Based Test (CBT). Kegiatan yang sangat strategis ini mulai tahun 2020 dilaksanakan dengan menggunakan teknologi dan daring,” kata Misbah.

Menurut Misbah, kompetisi ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman, aktivitas melalui daring, dan memberikan perbandingan kemampuan antar peserta. “Pemanfataan teknologi, baik dari sisi penguasaan alat, menggunakan aplikasi, dan kemampuan untuk lebih ramah teknologi sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Misbah menambahkan kesuksesan pelaksanaan KNMIPA didukung oleh semua pihak, di antaranya Tim Juri, Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pantia Pusat, dosen pembimbing, mahasiswa, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), dan pimpinan Perguruan Tinggi. Selain itu, sistem daring didukung sepenuhnya oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud.

Pelaksanaan KNMIPA tingkat wilayah merupakan proses lanjutan dari seleksi tingkat perguruan tinggi. Setiap perguruan tinggi untuk tahun ini, mengutus tiga orang perwakilan untuk setiap bidang, untuk mengikuti seleksi tingkat wilayah. Pada tingkat wilayah nantinya akan dihasilkan perwakilan berdasarkan nilai untuk nantinya mengikuti KNMIPA Tingkat Nasional.

Mahasiswa yang dapat mengikuti kompetisi ini adalah mahasiswa S1 dari perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di bawah naungan Kemendikbud. Syarat lainnya yaitu mahasiswa harus terdaftar dalam sistem Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PD-Dikti), maksimal semester 8, dan belum pernah meraih juara I dalam KNMIPA pada tahun-tahun sebelumnya. (Nur Widi/dwiki)

Categories: Iptekni

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id