Menurutnya, kegiatan pengabdian internasional ini merupakan wujud komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan pengetahuan akademik yang dapat memberikan manfaat praktis bagi masyarakat, termasuk komunitas Indonesia dan masyarakat internasional yang berada di luar negeri.
“Ketahanan keuangan keluarga tidak hanya bergantung pada seberapa besar pendapatan yang diperoleh, tetapi juga pada bagaimana keluarga mampu merencanakan, mengelola, dan memanfaatkan sumber daya keuangannya secara bijaksana. Melalui pendidikan manajemen keuangan keluarga, kami ingin mendorong para ibu agar semakin percaya diri dalam mengambil keputusan finansial, membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat, serta mempersiapkan keluarga menghadapi berbagai ketidakpastian ekonomi,” demikian pesan yang disampaikan dalam konteks kegiatan pengabdian tersebut.
Lebih lanjut, kegiatan ini menempatkan perempuan sebagai aktor penting dalam membangun budaya literasi keuangan keluarga. Peningkatan pengetahuan finansial diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi individu peserta, tetapi juga dapat ditransformasikan menjadi praktik pengelolaan keuangan yang lebih baik dalam kehidupan keluarga sehari-hari.


