KAB. BANDUNG, Pripos. Id — Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan satu hal yang paling sering luput dari perhatian masyarakat saat menghadapi abu vulkanik: cara membersihkannya. Dalam kegiatan Siraman Rohani di lingkungan Pemkab Bandung, Senin (7/9/2026), KDS menjelaskan bahwa tindakan yang dianggap benar justru bisa menimbulkan masalah baru.
“Kalau abu vulkanik sudah turun, jangan langsung disiram air. Itu akan membuat abu mengeras dan susah dibersihkan,” tegas KDS. Kebiasaan menyiram debu agar tidak beterbangan justru berbahaya jika dilakukan pada abu vulkanik. Air dan abu akan menyatu membentuk lapisan keras yang menempel di lantai, atap, dan jalan.
Cara yang benar, kata KDS, adalah menunggu hingga abu berhenti turun atau cuaca membaik. Setelah itu, abu dapat disapu perlahan atau disemprot dengan air secara lembut dan merata. Dengan cara ini, abu tidak mengeras dan dapat dibersihkan tanpa merusak permukaan bangunan maupun jalan.


