Oleh: Yani Triyani (Dosen Fakultas Kedokteran Unisba)
BULAN Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram (al-asyhur al-hurum) yang dimuliakan dalam Islam, bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Dalam Al-Qur’an (QS. At-Taubah: 36), bulan-bulan ini disebut sebagai waktu yang diagungkan, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak dan meningkatkan ketakwaan. Karenanya, menjaga diri, memperbaiki akhlak, menguatkan ibadah, dan memperbaiki hubungan sosial sangat dianjurkan. Rajab sering disebut sebagai bulan menanam, Sya’ban sebagai bulan menyiram, dan Ramadan sebagai bulan memanen. Rajab merupakan momentum menguatkan amal sosial, seperti sedekah, membantu sesama, dan menggerakkan kepedulian. Menghidupkan semangat ini menjadi pondasi bagi kebiasaan baik yang lebih kuat saat Ramadan nanti. Doa yang masyhur dibaca para ulama salaf pada bulan Rajab adalah
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban wa ballighna Ramadhan.”
Doa ini menjadi simbol harapan agar Allah memberi keberkahan sejak Rajab sehingga saat Ramadhan tiba, hati sudah siap dengan iman yang kuat.
