
“Mudah‑mudahan Anda semua yang berangkat ke Al‑Azhar bisa belajar dengan baik, Allah mudahkan. Kami menyebutnya calon kader ulama,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa kemudahan yang diterima bukan alasan untuk bersantai, melainkan dorongan untuk bertanggung‑jawab.
Dukungan yang diberikan BAZNAS menjadi bukti bahwa zakat bisa berubah wujud. Bukan hanya berupa kebutuhan darurat, tetapi juga investasi pendidikan jangka panjang guna mencetak pemimpin keagamaan masa depan.
Momen ini juga memberi makna baru pada peringatan Sumpah Pemuda. Persatuan yang dijanjikan tahun 1928 tidak hanya dijaga oleh semangat kebangsaan, tetapi juga oleh generasi muda berilmu dan berakhlak yang siap melindungi kerukunan serta nilai‑nilai luhur masyarakat. (Iding)**


