Berpikir dan Bertindak Bijak

Saudara-saudari terkasih. Hari ini adalah Hari Raya Pentakosta, perkenankan kami mengucapkan selamat merayakan hari raya Pentakosta.

Pada hari ini, kita akan merenungkan peristiwa Pentakosta. Dalam keadaan para murid-Nya yang tidak menentu, Yesus datang menghembusi mereka dengan Roh Kudus.

Menjelang Pentakosta, para murid Yesus berada dalam suasana yang amat memprihatinkan. Mereka takut kepada orang Yahudi yang telah membunuh Yesus. Mereka kecewa karena harapan-harapan mereka tidak menjadi kenyataan. Mereka bingung karena masa depan mereka tidak jelas lagi. Karena itu, mereka boleh dikatakan lumpuh, tidak berani, dan tidak dapat berbuat sesuatu.

Kepada mereka ini, Roh Kudus turun dalam lambang api yang membakar hati yang beku, dalam lambang angin keras yang menggoncang sanubarinya. Daya api dan angin keras itu membuat mereka bangkit, bebas dari rasa takut, kecewa, bingung, dan menjadi berani mewartakan Kristus yang wafat dan bangkit sebagai sumber keselamatan manusia.

Hari Raya Pentakosta mengajak kita merenungkan bagaimana kita mesti membuat keputusan yang harus selalu sesuai dengan tuntunan Roh Kudus. Sebagai patokan hendaknya dalam membuat keputusan mulai dari proses awal hingga akhir membawa buah yang baik, seperti kasih, damai sejahtera, kebaikan, kemurahan, dan sebagainya. Dengan demikian kita yakini bahwa keputusan itu sudah baik dan benar.

Saudara-saudari terkasih. Pada saat ini, Pemerintah sedang mempersiapkan pelaksanaan new normal atas situasi pendemi COVID-19. Kebijakan Pemerintah dilakukan berdasar perkembangan data yang terjadi pada akhir-akhir ini. Bila kita menyimak data perkembangan penyebaran COVID-19, tampak perkembangan yang positif dengan meningkatnya pasien yang sembuh, semakin menurun persentase yang meninggal dibanding dengan jumlah yang terpapar.

Kita juga menyimak masih ada sebagian orang yang tidak peduli dengan imbauan Pemerintah dan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran virus yang mematikan ini. Ada juga sebagian orang yang ketakutan berlebihan bertemu orang lain, curiga terhadap orang lain, dan khawatir dirinya tertular virus.

Saudara-saudari terkasih. Sebagai orang beriman, hendaknya kita membuka hati dan pikiran yang positif terhadap kebijakan Pemerintah terkait pelaksanaan new normal. Menghadapi masa transisi COVID-19, hendaknya bersikap bijak dalam hidup bermasyarakat. Dengan kata lain, hendaknya kita “berdamai” dengan COVID-19.

Kita bisa terlibat aktif dalam memberikan kesaksian dengan berani dan penuh kasih. Beberapa hal dapat dilakukan dengan memperhatikan keputusan Pemerintah Pusat dan Daerah. Dalam melaksanakan kegiatan keagamaan hendaknya memperhatikan protokol kesehatan: membudayakan hidup bersih, mencuci tangan dengan air yang mengalir dan memakai sabun, menyediakan hand sanitizer, mengukur suhu tubuh, menerapkan physical distancing, memakai masker. Kiranya pelaksanaan new normal situasi pendemi COVID-19 dapat berjalan dengan baik.

Drs. A. H. Yuniadi, MM (Kasubdit Penyuluhan Ditjen Bimas Katolik)

Categories: Agama

Leave A Reply

Your email address will not be published.

corona covid 19 cialis pendik escort
Pripos.id