BKKBN Luncurkan Aplikasi “SIRIKA” Dapatkan Tersedianya Rantai Pasok Alat Kontrasepsi di Seluruh Indonesia Secara Real Time, Akurat, dan Akuntabel

Jakarta, Pripos.id (06/07/2020). Berbagai upaya kini telah dilakukan BKKBN untuk mencegah bayi booming di kemudian hari. Selain gerakan “Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor” yang telah berhasil dilakukan pada Hari Keluarga Nasional Ke-27 pada 29 Juni 2020 kemarin, BKKBN juga terus meningkatkan rantai pasok alat kontrasepsi yang tidak tersedia. seluruh Indnonesia. Oleh karena itu BKKBN dan JH CCP melalui Program Pilihanku kemudian mengembangkan SIRIKA (Sistem Informasi Rantai Pasok Alokon). Yaitu inovasi dalam proses pengolahan data logistik dan pengelolaan di Gudang yang digital yang dibangun agar BKKBN memiliki rantai pasok yang handal,

“Manfaatkanlah rantai pasok ini (SIRIKA) menjadi salah satu komponen untuk sukses. Jika sesuai dengan komponen saya untuk sukses itu salah satu ya menerima yang _ real time_. Yang nanti juga tidak ada _timbul keluar dan tidak ada _timbul stock_ yang ada di lini lapangan dan yang ada di _end pengguna_. Kemudian itu betul-betul menjadi satu variabel penentu jika kita mau sukses. Oleh karena ini rantai pasok menjadi salah satu variabel _determining factor_ untuk berhasil menaikkan MCPR (Modern Prevalence Contraceptive Rate). Inilah makanya SIRIKA ini penting jika menurut saya untuk mengantar kesukseskan dalam rangka meningkatkan MCPR dan juga dalam kerangka menurunkan belum terpenuhi dan juga dalam rangka meningkatkan akuntabilitas,

SIRIKA juga akan mengurangi beban kerja dalam operasional gudang sesuai dengan pencatatan dan pelaporan, sehingga menjadi lebih efisien. Kualitas data dan tingkat pelaporan dengan demikian akan meningkat kualitasnya sehingga meningkatkan dan meningkatkan akurasi kebutuhan alokon untuk pelayanan masyarakat. Program kinerja juga akan meningkat karena visibilitas data akses produk dan kinerja rantai pasok dapat dilihat jelas mendukung pencapaian program Banggakencana.

Pada kesempatan yang sama, Penasihat Teknis Senior di Johns Hopkins Center for Communication Programme (JHCCP) Robert Ainslie menuturkan tentang sistem ini dalam rangka meningkatkan anggaran organisasi dan manajemen prioritas sesuai dengan aturan rantai pasok pada Perban Nomor 9 Tahun 2019 Kontrasepsi Bagi Pasangan Usia Subur Dalam Pelayanan Keluarga Berencana. “Fitur _dashboard_ juga dikembangkan dalam aplikasi ini muncul menjelaskan kondisi stok di seluruh fasyankes dan mengukur kinerja rantai pasok secara keseluruhan,” jelasnya.

Robert mengatakan bahwa implementasi SIRIKA telah dimulai dengan uji coba di Provinsi Sulawesi Selatan yang dimulai pada bulan Mei 2019. Inovasi ini telah diterapkan di setiap provinsi lainnya yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan ditambah 1 provinsi yaitu Jawa Barat dengan coba coba di 73 Kabupaten / Kota. Selanjutnya pengembangan aplikasi untuk fasilitas kesehatan akan dikembangkan hingga April 2021.

Hasto mengatakan, sistem yang bagus tergantung pada manusianya. Perubahan _mindset_ yang juga harus menyertai penerapan sistem ini, tekan Hasto. Ketika membangun satu sistem tanpa menjalankan dengan perubahan _mindset_ maka sistem itu akan sia-sia dan tidak berjalan. Maka dari itu, _mindset_ harus didobrak dan direvolusi. Karena revolusi adalah inovasi yang berpindah dengan _ Ubah Pola Pikir Perilaku_. “Kalau berani jangan takut-takut kalau takut jangan berani-berani. Nah kita berani ya kalau berani jangan takut-takut. Nah ini yang kita usahakan mendobrak tatanan mendobrak suatu sistem ya kemudian _mindsetnya_ dimasukkan, ”tegasnya.

“Maka pesan saya rantai pasok harus terus jalan, Pilih saya harus tetap jalan. Karena sebagai komponen penting. Saya berharap Pak Rob dan Bu Pucuk (dari JHCCP) saya kira akan mengawal kita dan saya senang istilahnya ada _muscle knowledge_ yang bagus dari JHCCP kemudian _muscle power_ yang bagus dari JHCCP. Ini kan luar biasa, bagian dari _pengetahuan manajemen_ yang harus dijalankan, ”tutup Hasto.

_Training of Trainer_ (TOT) Pelatihan Teknis Sistem Digital Manajemen Rantai Pasok melalui aplikasi daring Rapat Zoom pada hari Senin, 6 Juli 2020. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah sebanyak 132 orang yang terdiri dari Kepala Sub Bidang Bina Kesertaan KB Gerakan Pemerintah dan Swasta, Kepala Sub Bagian Keuangan dan Pengelolaan BMN, Bendahara Material, dan Widyaiswara dari seluruh Perwakilan BKKBN seluruh Provinsi di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung dari 1 s / d 10 Juli 2020 melalui kelas virtual (sinkron) melalui _e-learning_ BKKBN. (nor)

Categories: Berita Nasional

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id