Cegah Penyebaran COVID 19, Unisba Terapkan Kuliah Online Hingga Akhir Semester Genap

KOTA BANDUNG, PRIPOS.ID (31/3/2020) – Sebagai langkah dalam upaya pencegahan penyebaran infeksi COVID-19 di lingkungan Universitas Islam Bandung (Unisba),  Rektor Unisba mengeluarkan Surat Edaran untuk ketiga kalinya bernomor 198/A18/Rek-k/III/2020. Surat Edaran ini terbit berdasarkan perkembangan situasi terkini terkait COVID-19, serta mempertimbangkan hasil Virtual Meeting Pimpinan Unisba yang dilaksanakan Sabtu (28/03).

Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H., mengatakan, langkah ini diambil setelah adanya imbauan pemerintah Indonesia untuk mengarahkan semua Warga Negara dalam melaksanakan Work From Home (WFH).  “Untuk itu, sebagai institusi pendidikan yang memiliki mahasiswa aktif sebanyak 14.000 orang, sangat riskan jika kita tidak melanjutkan kuliah online atau daring,” ungkapnya.

Rektor pun menginstruksikan kepada pimpinan unit maupun fakultas di lingkungan Unisba untuk menugaskan tenaga kependidikan (tendik) dalam melaksanakan piket yang disesuaikan dengan kebutuhan unit dan fakultas tersebut dengan menerapkan program kesehatan yang maksimal, seperti menyediakan hand sanitizer, masker, disinfektan, dan lainnya.

Rektor menekankan, tendik yang wajib melaksanakan tugasnya di kampus Unisba dibatasi hanya yang berusia  kurang 50 tahun, tidak memiliki riwayat penyakit dan tinggal di Kota Bandung. “Hanya beberapa hal saja bergantung kepala unitnya. Kalau misalkan dekan, Ketua Lembaga atau Ketua Badan dan lainnya tidak mewajibkan ya semuanya WFH. Pada prinsipnya belajar dan bekerja di rumah sampai akhir semester,” jelasnya.

Keputusan ini, lanjut rektor, akan melihat perkembangan dari pemerintah pusat atupun provinsi Jawa Barat, terkait status tanggap darurat. “Mungkin kita akan ubah lagi kebijakan itu gimana baiknya melalui rapat pimpinan untuk menentukan semuanya,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Unisba, Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPM., mengungkapkan bahwa keputusan dari Surat Edaran ini terkait  perkuliahan dan ujian daring yang akan dilaksanakan hingga akhir semester ini. “Karena kita melihat perkembangan regulasi ini. Beberapa wilayah bahkan sudah lockdown dan dinyatakan zona merah dan lain sebagainya. Kemungkinan akan berkepanjangan sehingga kami memutuskan untuk menyelesaikan perkuliahan ini secara daring,” ungkapnya.

Warek I juga mengimbau kepada dekan maupun dosen melalui pembelajaran daring ini agar tetap berjalan sesuai target yang diinginkan yakni setiap program studi (prodi) atau mata kuliah  memperhatikan capaian pembelajaran (CP). “CP ini biasanya dibagi ke dalam tiga ranah sesuai  metode taksonomi bloom. Sesuai  taksonomi bloom bahwa setiap mata kuliah harus mengandung unsur kognitif, afektif, dan psikomotorik. Nah, kalau yang sifatnya kognitif bisa digali atau dilaksanakan melalui seluruhnya daring karena sifatnya pengetahuan. Kalau sudah berbicara mengenai kemampuan  melaksankan sesuatu itu lebih kepada psikomotorik/ keterampilan. Jadi,  sesuatu yang bersifat teknikal atau menuntut praktik, prodi diberikan keleluasaan untuk mengatur pada saat badai COVID-19 ini selesai atau akhir semester keputusannya ada di prodi,” jelasnya.

Saat ini pun, menurutnya, Unisba tengah menjalin kerja sama dengan beberapa provider di Indonesia, seperti Telkomsel dan Indosat untuk memudahkan dosen dan mahasiswa mengakses perkuliahan daring di web ekuliah.ac.id dengan memberikan kompensasi berupa free kuota 30 GB. Teknisnya  dengan  mendownload aplikasi di masing-masing provider.

Harist  menyatakan, semua provider tersebut sudah meningkatkan sinyalnya di berbagai daerah sehingga secara teknologi tidak  mengalami kendala di masing-masing wilayah kecuali adanya pemadaman listrik. “Kalau ada kendala seperti itu larinya ke dosen atau prodi, sama halnya dengan seseorang tidak bisa mengikuti ujian, itu larinya regulasi ke tingkat prodi,” ungkapnya.

Kegiatan skripsi, tambahnya, hingga saat ini tetap berjalan,  pelaksanaannya akan diatur fakultas dan prodi masing-masing. “Pengelolaannya di tingkat prodi, skripsi bisa daring  atau apapun. Semua daring, selama bisa dilakukan secara daring  wajib dilakukan semua fakultas. Kecuali ada kendala lain seperti listrik mati,” paparnya.

Di samping itu, kegiatan pesantren yang sudah terjadwal sebelum wabah COVID-19 ini melanda Indonesia, mengalami pergeseran sesuai dengan arahan ketua LSIPK Unisba. “Jadwalnya menjadi diakhirkan setelah terlaksananya perkuliahan dengan berkoordinasi kepada tim prodi,” ujarnya.

Dia berharap, semua dosen dan mahasiswa dapat mengikuti surat edaran ini. Kemudian, memanfaatkan fasilitas ini seoptimal mungkin untuk pembelajaran. “Manfaatkanlah ekuliah.ac.id untuk menjadi media sebagai pengganti tatap muka karena kita sudah sediakan free kuota. Jadi, dosen dapat memanfaatkannya dengan baik dan  prodi nanti membuat secara teknis aturan kuliah daring. Karena kita tidak bisa mengintervensi hanya dapat memberikan rambu-rambu saja,” harapnya.

Piket Tendik Usia Muda

Senada dengan rektor, Warek II Unisba, Dr. Atih Rohaeti Dariah, SE., M.Si., mengatakan, kehadiran tendik dua kali dalam seminggu yang mulai berjalan 06 April 2020 hingga waktu yang belum bisa dipastikan ini, dapat disesuaikan dengan kebutuhan unit dan fakultas masing-masing dengan tetap memperhatikan berbagai aspek yang tertera pada Surat Edaran yang disampaikannya dengan nomor 083/L.12/Bk-k/III/2020 bahwa tendik berusia di atas 50 tahun ke atas dan mempunyai penyakit seperti hipertensi, diabetes, jantung koroner, penyakit paru, gangguan ginjal, dan penyakit berat lainnya, tendik yang tinggal di luar Kota Bandung dan yang menggunakan moda transportasi massal, melakukan kewajiban pekerjaan dengan sistem WFH. Selain itu, bagi tendik yang melaksanakan piket  tetap membatasi kontak fisik selama perjalanan ke dan dari kantor.

“Harapan kita supaya ada ikatan pekerjaan dan juga dimungkinkan di fakultas dan unit ada kegiatan yang mendesak jangan sampai kesulitan mencari bantuan dukungan dari para tendik,” katanya.

Diakuinya, hal ini merupakan upaya dalam rangka menetralisir pemberian hak WFH kepada unit yang sebelumnya diwajibkan hadir di setiap hari kerja.“Gilirannya menjadi kontekstual terkait kondisi di lapangan, seperti di fakultas kalau memang ada aktifitas yang tidak memerlukan tendik maka tendik tidak perlu hadir  sama sekali. Akhirnya, keharusan hadir itu menjadi sangat kontekstual bergantung urgensi kebutuhan di fakultas dan unit masing-masing,” terangnya.

Kehadiran di kantor pun, menurutnya, menyesuaikan dengan jenis pekerjaannya. “Jika pekerjaan tersebut bisa cepat diselesaikan maka segera pulang. Tapi jika pekerjaannya memerlukan waktu yang lama maka kehadiran mulai jam 09.00 s.d. 14.00,” jelasnya.

Selain itu, dikatakannya, Unisba tetap mengikuti prosedur kesehatan yang  disosialisasikan  pemerintah dengan menyediakan hand sanitizer, masker, dan berencana membangun lima spot untuk mencuci tangan di kampus Unisba dengan ketersediaan sabun dan airnya.

Kegiatan Kemahasiswaan Off

Tidak hanya berefek kepada kegiatan kulikuler saja, surat edaran ini pun berlaku pada kegiatan ekstrakulikuler, seperti yang diutarakan  Wakil Rektor III Unisba, H. Asep Ramdan Hidayat, Drs., M.Si. Dia mengatakan, semua kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Lembaga Kegiatan Mahasiswa (LKM) sementara waktu ditahan dan off hingga kondisi kondusif untuk bisa melakukan aktifitas massal.

Menurutnya, pemberhentian kegiatan kemahasiswaan  juga terjadi pada beberapa kegiatan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ristekdikti yang diikuti mahasiswa Unisba dan hingga saat ini belum ada kepastian waktu pelaksanaannya.

Beliau berpesan kepada para aktifis dan mahasiswa untuk dapat menahan diri dan bersabar serta berdoa agar kondisi saat ini bisa membaik sehingga dapat kembali melakukan aktifitasnya di UKM dan LKM yang digelutinya. “Pasti ada rasa kangen terjun ke lapangan untuk beraktifitas.  Merasa kehilangan agenda yang sudah disajikan direncanakan yang memang sangat banyak sekali. Saya paham kepada teman-teman aktifis yang roda organisasinya tidak bergerak,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menghimbau jika ada dampak tertentu terutama kepada UKM atau LKM yang melibatkan pengelolaanya di luar mahasiswa, misalnya seperi Koperasi Mahasiswa (Kopma) untuk melapor kepada Satgas COVID-19 Unisba.

Selama melaksanakan perkuliahan dan ujian daring, Asep Ramdan juga berpesan kepada mahasiswa untuk tetap stay  di rumah. Selain itu, bagi mahasiswa yang berasal dari luar Bandung untuk pulang lebih awal ke wilayahnya masing-masing agar bisa lebih tenang dalam menyikapi kondisi saat ini ketika dekat dengan orang tua masing-masing.

Warek III juga menuturkan, dengan adanya wabah ini banyak hikmah yang bisa diambil bagi sekretariat UKM dan LKM dilingkungan Unisba. Sekretariatnya yang selama ini jarang dibersihkan karena selalu dipenuhi  mahasiswa, dengan adanya penyemprotan disinfektan dari pihak universitas maka kebersihannya bisa lebih terjaga.(ask)

Categories: Iptekni

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id