Cegah Penyebaran Penyakit, Komoditas Tumbuhan Ilegal Dimusnahkan

KEDIRI, JAWA TIMUR, PRIPOS.ID (23/09/2021) — Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Surabaya melakukan pemusnahan komoditas tumbuhan berupa benih sayuran, benih tanaman hias, benih tanaman perkebunan, dan hasil turunan tumbuhan, sebanyak 734,43 kg dan 48 batang. Pemusnahan dilakukan karena produk tidak disertai dokumen yang diwajibkan dan dikhawatirkan mengandung penyakit tumbuhan golongan A1 atau belum terdapat di Indonesia (17/9).

Komoditas yang dimusnahkan berasal dari 25 Negara yaitu Australia, Srilanka, Inggris, Bulgaria, Saudi Arabia, Rusia, Tonga, Republik Ceko, Oman, Ukraina, Canada, Amerika Serikat, China, Jepang, Hongkong, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Malaysia, Thailand, Jerman, Yunani, Kyrgyzstan, Laos, dan Belanda.

Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi menjelaskan tindakan pemusnahan ini dilakukan karena pemilik barang tidak bisa menunjukan dokumen yang dipersyaratkan, artinya tidak ada jaminan kesehatan terhadap barang tersebut. Hal ini menjadi perhatian kami agar tidak menjadi ancaman yang serius bagi pertanian di Indonesia khususnya di Jawa Timur.

“Pemusnahan dilakukan setelah pemilik diberikan kesempatan untuk melengkapi dokumen atau segera mengeluarkan atau mengembalikan komoditas tersebut ke Negara asalnya namun tidak bisa memenuhinya setelah 14 hari,” kata Musyaffak.

Lebih lanjut Musyaffak menyampaikan komoditas masuk melalui Kantor Pos Besar Kediri sebanyak 166 paket atau sebanyak 568,97 kg dan 28 batang, Bandara Abdul Rahman Saleh serta Kantor Pos Besar Malang sebanyak 92 paket atau sebanyak 165,46 kg dan 20 batang yang dikemas dalam bentuk sachet, pack dan box, selama kurun waktu Januari hingga September Tahun 2021.

“Untuk diketahui persyaratan pemasukan benih atau bibit dan hasil tanaman ke Indonesia harus dilengkapi dokumen yang dipersyaratkan seperti Phytosanitary Certificate (PC) yang menjadi jaminan dari otoritas karantina negara asal bahwa komoditas tersebut bebas dari penyakit tumbuhan, serta harus dilengkapi persyaratan tambahan berupa Surat Ijin Pemasukan dari Menteri Pertanian (SIPMENTAN) khusus benih dan bibit tanaman,” jelas Musyaffak menutup wawancara.

Pemusnahan dilakukan di Kantor Pos Kediri dengan cara di bakar dan di pendam dalam tanah. Turut hadir sebagai saksi pemusnahan yang disaksikan oleh perwakilan Pemilik barang, Kepala Kantor Bea dan Cukai Kediri, Kepala Kantor Pos Kediri, Kepala Dinas Pertanian Kediri, Kepala Kepolisian Resort Kediri Kota, Kepala BPSB dan BKSDA Kediri.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang, secara terpisah menyampaikan karantina pertanian berkewajiban menjaga keberlanjutan dan keamanan pangan produk pertanian Indonesia, karenanya pengawasan pada komoditas pertanian yang masuk ke wilayah Indonesia harus ditingkatkan, terlebih dengan banyaknya online shop yang menawarkan berbagai macam produk pertanian dari luar negeri.

“Selain meningkatkan pengawasan, pihak karantina pertanian juga terus menerus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai persyaratan lalulintas komoditas pertanian baik di dalam wilayah Indonesia maupun dari dan ke luar negeri. Kami membuka pusat kontak di setiap kantor karantina pertanian yang siap menjawab pertanyaan dari pengguna jasa setiap harinya untuk memudahkan komunikasi dengan pengguna jasa,” jelas Bambang.

Harapan Bambang, melalui upaya tersebut, semoga tidak ada lagi komoditas pertanian yang dilalulintaskan tanpa dilengkapi dokumen karantina pertanian.(nor)

 

Categories: Ekonomi dan Bisnis

Leave A Reply

Your email address will not be published.