Cegah PMK, Staf Karantina Pertanian Selalu Turun Kelapangan

JAKARTA, PRIPOS.ID (27/05/2022) – Sampai saat ini 3671 ekor sapi sudah tiba di Jakarta. 7 kapal di Pelabuhan Tanjung Priok dan 3 Kapal di Pelabuhan Sunda Kelapa. Memang sekarang kita menggunakan kapal Tol Laut tetapi permasalahannya kapalnya terbatas. Jadi kita menggunakan kapal-kapal kayu untuk mengangkut sapi-sapi dari Sumba dan NTT. Hal ini disampaikan Kepala Karantina Pertanian Tanjung Priok, Hasrul saat ditemuin reporter Pripos.id di ruang kerjanya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jum’at 27 Mei 2022.

Hasrul menambahkan, Untuk Idul Adha 1443 H, Balai  Karantina Pertanian Tanjung Priok memperkirakan akan  kedatangan 17000 ekor sapi. Dan sapi tersebut berasal dari daerah Sumbawa dan Nusa Tenggara Timur serta Bali.Terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang bisa menjangkiti sapi, Hasrul meminta lokasi kapal pengangkut sapi dijauhi dari orang-orang yang berkumpul.

“PMK itu bukan masalah lokal, tetapi bisa menjadi masalah internasional, apabila kapal-kapal yang bersandar berdekatan dengan kapal hewan. Jika ada hewan (sapi) yang mengidap PMK dan itu terbawa ke negara orang asing maka disangka kita tidak bisa menangani PMK,”Jelas Hasrul

Untuk petugas Karantina Pertanian Tanjung Priok, setiap ada kapal sandar yang mengangkut sapi selalu sigap memberikan disinfektan bukan hanya hewannya saja tetapi tempatnya juga didisinfektan.

“Staf Karantina Pertanian Tanjung Priok selalu turun ke lapangan untuk memastikan kesehatan sapi-sapi yang datang baik yang di Pelabuhan Tanjung Priok ataupun di Sunda Kelapa. Dan Alhamdulillah sampai saat ini sapi-sapi yang datang ke Jakarta sehat tidak ditemukan PMK,” Tutup Hasrul.(nor)

Categories: Kesehatan

Leave A Reply

Your email address will not be published.