Di Tengah Wabah Covid-19, KH BBUSKP Jakarta Tetap Gelar Pembahasan Proposal Validasi Metode Uji

JAKARTA, PRIPOS.ID (09/04/2020) – Walaupun di tengah mewabahnya Pandemi Virus Corona (SARS-CoV2) yang dikenal juga sebagai COVID-19 telah menjadi momok menakutkan bagi seluruh penduduk bumi selama 2 bulan terakhir ini tidak menyurutkan langkah dari Laboratorium Karantina Hewan Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (KH BBUSKP) Jakarta tetap melaksanakan pembahasan proposal validasi metode uji secara daring menggunakan aplikasi zoom video conference bersama tim kegiatan, personil lab KH dan narasumber. Acara di gelar di Laboratotium KH BBUSKP Jakarta di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (09/04/2020).

Pelaksanaan validasi metode uji ini merupakan salah satu pemenuhan persyaratan SNI ISO/IEC 17025:2017 klausul 7.2.2.1 dimana laboratorium harus memvalidasi metode uji untuk memenuhi kebutuhan sesuai tujuan penggunaannya.Hal ini disampaikan Kepala BBUSKP Jakarta, Sriyanto saat memberikan arahan pada saat membuka acara pembahasan proposal va8lidasi metode uji.

“Validasi metode uji ini merupakan pembuktian yang objektive terhadap metode uji yang harus memenuhi beberapa parameter antara lain, limit deteksi, sensitifitas, spesifisitas, reprodusibiliti, rogardness, presisi dan akurasi. Selain itu tujuan dari dilaksanakannya validasi metode uji ini adalah untuk meningkatkan pelayanan agar bisa menghasilkan metode uji yang bisa cepat dan menggunakan bahan-bahan uji yang efisien dan efektif,” tambah Sriyanto

Pada pembahasan proposal validasi metode uji secara daring ini hadir sebagai narasumber Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Prof.Dr. Ir. Harsi Dewantari Kusumaningrum, M.Si. yang mengangkat pembahasan mengenai verifikasi dan validasi metode untuk Deteksi Salmonella dgn penerapan standar SNI ISO 6579:2015.

Prof.Dr. Ir. Harsi Dewantari Kusumaningrum, M.Si. dalam pembahasannya menyampaikan, “Dalam verifikasi dan validasi metode untuk Deteksi Salmonella dgn penerapan standar SNI ISO 6579:2015 itu ada beberapa poin untuk digarisbawahi sebagai penyempurnaan proposal validasi metode uji antara lain, perlu memperhatikan metode spiking sample, perlu dilakukan sterilisasi sampel dengan metode yang sesuai, menggunakan sampel yg sesungguhnya yg biasa digunakan untuk pengujian serta memperhatikan regulasi terkait standar untuk diterimanya Salmonella (negatif/25 gr), karena hal ini berkaitan dengan pengetatan regulasi untuk kandungan Salmonella dalam produk pangan,” ujar Prof. Harsi sapaan akrabnya.

Pada kesempatan yang sama diacara tersebut, Ketua Tim Kegiatan Validasi Metode Uji, Drh. Seruni Agistiana, M.Si. menyampaikan, bahwa kita perlu mengkaji ulang metode uji supaya bisa mengikuti karakteristik agen penyakit yang dinamis yang salah satunya dengan cara melakukan verifikasi dan validasi metode pengujian.(nor)

 

Categories: Iptekni

Leave A Reply

Your email address will not be published.