Disdik Jawa Barat Giat Ujudkan ‘Jawa Barat Bisa’ Melalui CoE Bidang Vokasi

SUMEDANG, JABAR (13/11/2020) – Masa pendemi Covid-19 tidak menghalangi semangat pemerintah Jawa Barat dalam mewujudkan kualitas SDM yang mumpuni dan memiliki kompetensi sesuai dengan dunia usaha dan dunia industri. Disdik Jawa Barat mengadakan Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) selama tiga hari, 10 – 12 November 2020. Kegiatan diadakan dalam rangka peningkatan kapasitas guru vokasi Bidang Keahlian Logistik dan program persiapan magang di Campus des Mettiers et des Qualifications (CMQ) di Prancis.

FGD dilaksanakan secara hybrid , perpaduan antara pertemuan langsung dan juga secara virtual. Kegiatan diikuti oleh sekitar 27 orang guru peserta yang hadir secara langsung di Puri Khatulistiwa Hotel – Sumedang. Jumlah yang terbatas ini karena mengikuti protokol Covid. Peserta lain hadir secara virtual, termasuk Atdikbud KBRI Paris Prof. Warsito hadir secara virtual sebagai nara sumber. Kegiatan yang dibuka oleh Asda I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Dewi Sartika.

Budi Hermawan, Koordinator activities, menyatakan bahwa activity this activities is tindak lanjut dari kegiatan workshop bulan Maret lalu terhubung dengan pendirian Center of Excellence (CoE) bidang vokasi di Jawa Barat. Setidaknya ada lima bidang, yaitu energi terbarukan, aeronautika, perhotelan dan restorasi, otomasi, dan logistik. Program-program tersebut akan mendukung program Segi Emas Rebana Gubernur Jawa Barat.

Tim Akselerasi Pembangunan, Dr. Elih Sedia Permana, M.Pd., Yang juga merupakan dosen UPI, menyampaikan bahwa para lulusan SMA tidak melanjutkan studi lanjut harus juga mendapatkan manfaat dari program CoE vokasi tersebut. Termasuk bagaimana mengapresiasi anak-anak yang masuk langsung yang memilki keahlian untuk dapat memberikan pelatihan praktik di sekolah vokasi.

Warsito, menyampaikan dalam materinya beberapa best practice pendidikan vokasi di Prancis, di antaranya Pendidikan vokasi melalui jalur magang, yaitu siswa dididik langsung di tempat kerja lebih dari 2/3 waktunya. Siswa tersebut akan mendapatkan ijazah sama dengan yang melalui jalur sekolah dengan beberapa pelajaran yang harus diikutinya di sekolah atau pusat pelatihan yang terakreditasi.

Anne, Kepala Sekolah SMK bidang logistik menyampaikan tanggapan terhadap materi dari Warsito tentang kuatnya hubungan swasta / dunia usaha dan dunia industri dengan sekolah vokasi. Misalnya, setiap supermarket produk baru, selalu siapkan dari produk tersebut untuk diuji dan menjual sampel di sekolah vokasi terdekat. Model tersebut sangat tepat untuk diimplementasikan di Jawa Barat sehingga siswa dapat melakukan praktik dunia nyata dan update. (Ask)

Categories: Berita Daerah

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id