Diskusi Inspirasi Rekacipta Bersama Indonesia Creative Cities Network

BANDUNG, PRIPOS.ID (3/3/2021) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) menggelar temu komunitas di Kota Bandung, Jawa Barat. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam menilai, pada abad disrupsi seperti saat ini, kreativitas merupakan aspek penting dalam membangun ekonomi negara, serta upaya dalam menyejahterakan masyarakat.

“Memasuki masa disrupsi dan masa kreativitas, sangat penting untuk mengangkat kreatifitas menjadi nilai tambah yang dapat menyejahterakan masyarakat,” ujar Nizam dalam acara temu komunitas, saling berbagi “inspirasi reka cipta” bersama Indonesia Creative Cities Network (ICCN) pada Minggu 28 Februari 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat peluang kolaborasi yang dapat dilakukan bersama dengan ICCN yang telah memiliki jejaring lebih dari 210 komunitas Kota/Kabupaten di Indonesia.

Lanjut Nizam, dirinya katakan saat ini banyak kreativitas menjadi isu destruktif. Apabila hal ini terjadi maka akan merusak kreativitas yang telah ada menjadi tidak dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya karena kreatifitas tersebut tidak disalurkan dengan baik. “Kreativitas yang tidak diarahkan dengan baik maka akan menjadi sangat destruktif dan sebaliknya, kreativitas yang diarahkan dengan baik maka akan menghasilkan nilai tambah kreativitas yang dahsyat,” tuturnya. Kreativitas adalah kemampuan seseorang dalam menciptakan gagasan atau ide–ide baru.

Saat ini Indonesia termasuk ke dalam negara pengembangkan startup tertinggi, bersaing dengan negara-negara lainnya, seperti Prancis, Jerman, dan antara negara Asia lainnya. Hal ini membuktikan bahwa ekspresi kreativitas di Indonesia sangat baik. Dalam masa pandemi ini juga melahirkan berbagai kreativitas. “Setiap peluang melahirkan kreatifitas dan melahirkan eknomi baru”, ungkap Nizam.

Adanya kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka akan menjadi satu peluang dalam menyalurkan ide–ide kreativitas ke dunia industri dan menyelesaikan permasalahan di dalam masyarakat, serta akan mendorong akselerasi inovasi di Kampus melalui program Kedaireka. Program ini akan menghubungkan aspek dalam hexahelix baik kreativitas atau kebutuhan dari sisi komunitas maupun ide–ide dari komunitas yang akan dikolaborasikan dengan inovasi dari kampus.

Saat ini terdapat banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, namun belum semua didampingi dengan aspek pentahelix/hexahelix. Nizam mengatakan, apabila dapat melakukan scale-up kepada UMKM dengan cara menghubungkan dengan teknologi, financing, pendanaan – pendanaan kreatif, pasar dunia, marketing, grading maka tidak akan dipungkiri bila Indonesia dapat melakukan lompatan–lompatan besar dalam pertumbuhan ekonominya.

“Lompatan untuk mencapai kekuatan ekonomi pada urutan ke lima atau ke tujuh bukan sesuatu yang mustahil apabila hal tersebut dapat diakselerasi dan kita percepat,” ujarnya.

Menurut Nizam, ide–ide kreatif sangat perlu untuk dieskplorasi sehingga dapat menghasilkan ekonomi baru bagi kehidupan yang basisnya adalah komunitas yang diwarnai oleh inovasi, teknologi, nilai–nilai akademis, dan nilai dari profesionalnya.

Kampus Merdeka memiliki beberapa program, seperti Kampus Mengajar yang merupakan bentuk kreativitas yang terlahir dari kebutuhan dan peluang. Nizam mengatakan, pandemi yang memaksa mahasiswa untuk berada di rumahnya masing-masing di berikan kesempatan untuk mengajar di Sekolah Dasar sekitar rumahnya dan akan mendapatkan keuntungan berupa bonus SKS, kemampuan komunikasi, kemampuan empati, kemampuan mengajar yang merupakan bentuk kompetensi.

Dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, Nizam mengatakan telah disiapkan pula program magang bagi para mahasiswa yang dapat dilakukan di industri nasional maupun multinasional. Selain itu, program mahasiswa membangun desa pun dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa, serta program kerjasama dengan kementerian, salah satunya kementerian pertanian mengenai ketahanan pangan dan membangun kompetensi mahasiswa.

“Jika terdapat mahasiswa yang menjadi petani milenial dengan membawa teknologi, membawa pengetahuan, membawa jejaring, dan sebagainya tentu ini akan mengakselerasi ketahanan pangan kita secara nasional,” jelas Nizam.

“ICCN bukan hanya forum komunitas saja, akan tetapi komunitas yang menghadirkan jejaring dan menggulirkan program–program dan event yang diharapkan dapat berdampak ekonomi, salah satunya inovasi sosial”, ungkap Fiki yang merupakan ketua ICCN.

Tita, salah satu pengurus ICCN menjelaskan beberapa peluang kerja sama antara ICCN dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, di antaranya program magang, forum akademisi kota/kabupaten kreatif, creative cities lecture series, riset khusus ekosistem ekonomi kreatif, sertifikasi tenaga kerja ekonomi kreatif.

Dengan adanya program-program dari kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka dan program – program dari ICCN yang dikolaborasikan, diharapkan dapat menjadi lompatan–lompatan yang dapat dilakukan untuk menbangun kreativitas dan ekonomi dan merupakan peluang dalam tantangan, di tengah pandemi seperti saat ini. (YH/DZI/FH/DH/NH/AK)

Categories: Iptekni

Leave A Reply

Your email address will not be published.