Ditengah Masa Pandemi, 3 Komoditas Pertanian Asal Lampung Tetap Melaju di Pasar Ekspor

Jakarta, Pripos.id (17/04/2020) – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) mencatat adanya peningkatan sertifikasi ekspor pada produk samping nanas berupa ampas kulit nanas.

Tercatat sejak tahun 2018, sertifikat ekspor ampas kulit nanas asal Lampung sebanyak 15,59 ton dan meningkat 3 kali lipat menjadi 503,33 ton di tahun 2019. Bahkan ditengah wabah pandemi Covid-19, permintaan fasilitasi ini tidak berhenti. Periode Januari sampai dengan Maret 2020, berhasil membukukan 265,77 ton, dengan 12 kali pengiriman.

“Alhamdulilah, ditengah kelesuan saat ini komoditas pertanian asal Lampung tetap melaju di pasar ekspor, ” kata Ali Jamil, Kepala Barantan melalui siaran persnya.(17/04)

*Menjadi Harapan*

Menurut Jamil, ampas kulit nanas selain memasok kebutuhan dalam negeri untuk campuran bahan pakan ternak. Dengan jumlahnya yang berlimpah dan juga mampu memenuhi persyaratan teknis kesehatan tumbuhan, maka dapat tembus pasar Jepang sebagai negara terbanyak yang mengimpor.

Selain komoditas sub sektor hortikultura, kopi dan palm kernel asal Lampung juga termasuk komoditas yang tetap melaju ekspor ditengah kondisi saat ini.

Jumadh, Kepala Karantina Pertanian Lampung menyebutkan sebanyak 16 negara terus memasok kopi khas asal wilayahnya. Antara lain, Amerika Serikat, Jerman, Algeria, Georgia, Kanada dan lainnya. Terhitung 112,9 ton biji kopi dipastikan pihaknya sehat, aman dan sesuai persyaratan di pasar global, tambahnya.

Sementara untuk PKE, sebanyak 44,6 ribu ton masih dikirimkan ke pasar Selandia Baru saja.

Diberbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) terus mengingatkan jajarannya untuk terus bekerja, karena ketersediaan pangan bagi masyarakat sangat penting. Utamakan pasokan pangan dalam negeri, dorong produktifitasnya agar bisa berlimpah dan masuk pasar ekspor.

SYL berharap berjalannya ekspor sektor pertanian dapat membantu agar perekonomian nasional dapat tetap bertahan ditengah resiko resesi ekonomi global.

“Ini yang kami kawal diseluruh pintu pengeluaran, untuk memastikan komoditas yang dilalulintaskan sehat, aman dan mampu berdaya saing,” tutup Jamil.(nor)

 

Categories: Ekonomi dan Bisnis

Leave A Reply

Your email address will not be published.