Dokter Hasto : Kesehatan Reproduksi Remaja Merupakan Investasi Pembangunan

JAKARTA, PRIPOS.ID (20/02/2021) – Sebagai salah satu negara yang turut menandatangani deklarasi ICPD 1994, Indonesia memiliki komitmen yang tinggi terhadap pencapaian program of action ICPD, tujuan pembangunan 2030 dalam “Sustainable Development Goals” dan juga komitmen untuk mengakhiri kematian maternal yang dapat dicegah, unmet need pelayanan keluarga berecana dan _gender based violance_ serta praktik-praktik berbahaya. Hal ini disampaikan Kepala BKKBN DR. (HC), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dalam sambutannya pada acara Webinar Internasional  “We’re Here With And For You: Empowering The Girls” yang dilakukan secara virtual (18/02/2021).

Dokter Hasto menjelaskan, Indonesia baru saja meriilis hasil sensus penduduk 2020 yang menunjukkan bahwa Penduduk Indonesia mulai didominasi oleh penduduk Milenial dan Post-Milenial (Gen Z dan Post Gen Z) sebanyak 144,31 juta jiwa (53,4%). Sebagai negara keempat terbesar di dunia, Indonesia dihadapkan pada berbagai isu kependudukan termasuk penyiapan generasi emas 2045, yaitu generasi unggul dan berdaya saing.

“Kesehatan reproduksi remaja yang merupakan investasi pembangunan manusia yang dapat menunjang efektivitas dan produktivitas tenaga kerja. Perkawinan anak di Indonesia merupakan isu nasional. Data perkawinan anak dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2018 BPS mencatat angka perkawinan anak di Indonesia mencapai 1,2 juta kejadian. Dari jumlah tersebut proporsi perempuan umur 20-24 tahun yang berstatus kawin sebelum umur 18 tahun adalah 11,21% dari total jumlah anak, artinya sekitar 1 dari 9 perempuan usia 20-24 tahun menikah saat usia anak. Selain itu Indonesia juga saat ini tengah berjuang untuk menurunkan _age spesific fertility rate_ usia 15-19 tahun dari 36 per 1.000 perempuan usia 15-19 tahun di tahun 2017 menjadi 24 di tahun 2021,” pingkas Dokter Hasto.(nor)

 

Categories: Artikel

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id