“AI bukan pengganti kreativitas dosen tetapi alat bantu untuk memperkuat gagasan dan mempercepat proses publikasi. Yang terpenting adalah bagaimana dosen mampu mengarahkan teknologi agar tetap etis, orisinal, dan bermakna bagi pembaca,” ujar Erwin dalam sesi diskusi.
Kelas ini juga menjadi ajang praktik langsung, di mana para dosen FEB Unisba mempelajari cara membuat outline buku akademik, mengembangkan naskah berbasis riset, hingga merancang konsep visual sampul dengan bantuan teknologi AI. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, simulasi prompt kreatif, dan bimbingan teknis penulisan buku secara kolaboratif.
Dekan FEB Unisba, Prof. Dr. Nunung Nurhayati, SE.,MSi, AK, CA,CTT, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis fakultas dalam menyambut era transformasi digital pendidikan tinggi.
“Dosen kini tidak hanya harus produktif menulis tetapi juga adaptif terhadap teknologi baru. Melalui pelatihan seperti ini, kami ingin membangun ekosistem akademik yang kreatif, kolaboratif, dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.


