Dukung Program Pemerintah, Koba Group Siapkan SDM Unggul Berkualitas Untuk Di Kirim Ke Jepang

DEPOK, JAWA BARAT, PRIPOS.ID (08/03/2021) Untuk saat ini hingga beberapa tahun ke depan, Jepang mengalami kekurangan tenaga kerja dan masalah penuaan penduduk. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dengan usia produktif, Jepang harus merekrut tenaga kerja asing. Untuk menghadapi masalah tersebut, pada 1 April 2019, Pemerintah Jepang mengeluarkan kebijakan baru terkait regulasi keimigrasian, yaitu status perumahan baru bagi Specified Skilled Worker (SSW) atau Pekerja Berketerampilan Spesifik yang akan bekerja ke Jepang. Hal ini disampaikan Direktur Utama PT. Takumi Koba Indibesia, Lisa Heriyati dengan didampingi Manager Promosi PT. Takumi Koba Indonesia, Ardi Asrianto, S.pd. saat di temuin reporter Pripos.id di kantornya di Kawasan Proklamasi Depok, Jawa Barat, Senin (08/03/2021).

Lisa memaparkan, “Melalui kebijakan status perumahan tersebut, Pemerintah Jepang membuka peluang kerja pada 14 sektor bagi tenaga kerja asing SSW. Total kuota SSW untuk seluruh negara, termasuk Indonesia adalah 345.150 tenaga kerja. Sektor-sektor pekerjaan yang dibutuhkan antara lain Pekerja perawatan, manajemen kebersihan gedung, industri suku cadang dan pendingin mesin, industri permesinan, industri kelistrikan, industri elektronik dan informasi, perbaikan dan pemeliharaan mobil, industri penerbangan, industri akomodasi, pertanian, perikanan dan akuakultur, manufaktur industri makanan dan minuman, dan jasa makanan,”jelas Lisa

Calon pekerja yang dapat melamar pekerjaan dengan visa Pekerja Berketerampilan Spesifik tersebut telah lulus ujian Japan Foundation Test Basic (JFT-Basic) dan ujian keterampilan (skill test) sesuai bidang profesi yang ditawarkan. Maka pada tanggal 23 Februari 2021 Koba Group, PKS dengan BP2MI yang di saksikan oleh Perwakilan dari Jepang Vital Corporation. Kerjasama tersebut bertujuan untuk Meningkatkan Kualitas Calon Pekerja Migran Indonesia Terampil Dan Profesional Program Spesifikasi Skill Worker (SSW),” tambah Lisa

Sementara itu di tempat yang sama Manajer Promosi PT. Takumi Koba Indonesia, Ardi Asrianto, S.Pd menambahkan, “Peningkatan kualitas (Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI dengan memberikan pelatihan bahasa Jepang dan Keterampilan. Kita harus menyesuaikan sistem dan kurikulum pelatihan CPMI dengan kebutuhan sektor industri di Jepang sehingga sesuai dengan standar yang diharapkan, termasuk juga kemampuan Bahasa Jepang,” ujar mas Ardi sapaan akrabnya.

“Koba Group sangat siap dan berpengalaman dalam melakukan pelatihan untuk mendidik calon-calon PMI yang diberangkatkan di Jepang. Selain itu, Koba Group memiliki jaringan RSO – Registered Support Organization di Jepang, sehingga kami berkeyakinan akan dapat diandalkan. Untuk dapat Menguatkan sinergi antara Koba Group dengan Pemerintah, dalam hal ini BP2MI, kami bekerjasama untuk menjalin kerjasama yang tertuang dalam Kerjasama antara BP2MI dan Koba Group antara lain : Garap peluang ditentukan pekerja terampil, koba group berkomitmen dukung program nasional pemerintah Indonesia siapkan sdm unggul berkualitas bidang caregiver, Sebutkan peluang bahwa di jepang selama 5 tahun ke depan membutuhkan 60.000 pengasuh dg standar gaji minimal setara dengan umr jepang, Indonesia bersaing dengan beberapa negara lain, namun Vital Corp sebagai RSO yang resmi menilai Indonesia memiliki potensi lebih untuk mengisi peluang tersebut terlebih dahulu SDM Indonesia memiliki kelebihan dalam hal keterampilan dan lebih cepat beradaptasi dg bahasa dan budaya jepang, Grup Koba dalam hal ini Vital juga berkomitmen dalam penyiapan, dapat dilihat melalui kerjasama dengan Kemdikbud melalui implementasi kurikulum berbasis Industri pada beberapa SMK2 melalui program CoE, Selain itu, Vital juga memfasilitasi pinjaman lunak tanpa bunga yang dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan peningkatan kapasitas bahasa dan budaya jepang, Vital Corp juga memastikan bahwa program caregiver atau kaigo ini tidak memungut biaya penempatan bagi CPMI dan Koba Group bersama Vital berharap semoga lebih banyak SDM indonesia yang dapat mengisi peluang SSW di jepang sehingga dapat membantu perekonomian bagi individu tetapi juga berdampak pada negara melalui peningkatan devisa pekerja indonesia,” pungkas Mas Ardi.(nor)

Categories: Artikel

Leave A Reply

Your email address will not be published.