Farhan turut mengingatkan para pemuda agar tidak sekadar terpaku pada gemerlap dunia digital dan media sosial, melainkan lebih peka terhadap realitas di lingkungan sekitar. Masih adanya warga yang tinggal di rumah tidak layak huni dan membutuhkan keadilan sosial harus menjadi perhatian bersama. Oleh karena itu, kedewasaan berpikir perlu dilengkapi dengan kebijaksanaan, kepekaan hati, serta keberadaban sebagai wujud empati nyata.
Selain penguatan karakter sosial, peringatan HSP ke-98 ini juga menyoroti pentingnya integrasi data nasional sebagai fondasi pembangunan. Farhan menilai bahwa tantangan era digital saat ini menuntut integrasi data ratusan juta penduduk agar lebih akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Satu data yang akurat dipandang sebagai fondasi utama kesejahteraan serta kedaulatan bangsa di tengah persaingan global.



