Menurutnya, prinsip linieritas menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. Mahasiswa yang telah memilih satu jalur peminatan harus melanjutkan rangkaian mata kuliah pada jalur yang sama dan menyelaraskannya dengan topik tugas akhir atau skripsi.
“Mahasiswa perlu memandang peminatan sebagai satu perjalanan akademik yang saling terhubung. Pilihan pada semester awal akan menentukan mata kuliah lanjutan sekaligus menjadi fondasi dalam menentukan topik skripsi,” katanya.
Sosialisasi kepada seluruh dosen juga dilakukan untuk menyamakan pemahaman, terutama bagi dosen wali yang akan mendampingi mahasiswa dalam memilih peminatan. Peran dosen wali dinilai penting agar pilihan mahasiswa tidak hanya didasarkan pada ketertarikan sesaat, tetapi mempertimbangkan potensi, kemampuan, rencana karier, dan konsistensi perjalanan akademik.
Bagi mahasiswa angkatan 2024 yang sebelumnya pernah mengambil mata kuliah pilihan di luar jalur peminatan, program studi memberikan toleransi transisi. Namun, mata kuliah selanjutnya harus tetap mengikuti jalur peminatan yang telah dipilih agar kompetensi yang dibangun tetap terarah.


