Fakultas Syariah Unisba Bangun Observatorium Ilmu Falak

KOTA BANDUNG, PRIPOS.ID (7/10/2021) -Tidak banyak orang yang mengetahui arti dan keluasan makna ilmu falak. Ilmu ini termasuk ilmu yang langka difahami secara global dan para ahlinya pun terbatas. Oleh karena itu tahun 2007 Kementerian Agama membuka peluang bagi santri yang sekaligus menimba ilmu formal tingkat SMA berupa Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dengan bidang kajian konsentrasi Ilmu Falak yang dikerjasamakan dengan IAIN Walisongo Semarang. Ilmu Falak memang lebih berkembang di dunia pesantren saat itu dengan metode perhitungan tradisional dengan sumber pembelajaran dari kitab gundul/ kitab kuning sehingga belum begitu memasyarakat.

Ilmu Falak merupakan suatu ilmu yang khas, terdiri atas teori dan praktis. Teoritis harus difahami dengan tepat untuk membangun konstruksi keilmuan yang baik, dan pengejawantahan dari pemahaman yang komprehensif dapat mengimplementasikannya dalam bentuk praktik lapangan. Seperti perhitungan awal bulan hijriyah, secara data-data dapat diperhitungkan, baik data matahari ataupun posisi bulan. Setelah diperhitungkan dengan baik dan akurat, berikutnya cara melihat bulan itu sendiri merupakan praktik pemahaman perhitungan yang benar.

Dalam rangka menjaga khazanah keilmuan falak, regenerasi ahli-ahli falak, serta pemberian fasilitas yang mumpuni bagi praktik mahasiswa Prodi Ahwal Al-Syakhshiyah (Hukum Keluarga Islam) Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung, juga media penelitian dosen, dibangunlah observatorium ilmu falak. Bangunan ini terletak di atas Gedung Kedokteran yang memiliki ketinggian 8 lantai. Ufuk sebelah barat sangat luas, dan tidak ada bangunan yang menghalanginya untuk melakukan observasi. Dengan adanya bangunan ini, diharapkan mahasiswa mampu memahami ilmu falak secara baik, serta mampu memperaktikkannya. Sisi lainnya, semoga dengan adanya bangunan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas melalui penelitian yang berkelanjutan sehingga tersusun data-data yang berguna di masa yang akan datang.

Observatorium ini dibangun dengan dari dana Yayasan Unisba Bandung. Sejak tahun 1972, dalam dokumentasi Kemenag RI, Unisba termasuk lembaga yang memiliki andil dalam penentuan dan penetapan jatuhnya bulan baru, terlebih khusus untuk awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. Artinya lembaga ini sudah menjadi bagian penting dalam terwujudunya persatuan penetapan awal bulan hijriyah. Semoga kejayaan itu dapat diraih kembali dengan lahirnya tokoh-tokoh baru ilmu falak di Unisba serta mahasiswa yang mumpuni dalam bidang ilmu ini.(ask/png)

Categories: Agama,Berita Daerah

Leave A Reply

Your email address will not be published.