“Pariwisata syariah bukan untuk mengubah budaya lokal tetapi untuk memperkuat kualitas layanan wisata agar semakin inklusif dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim,” ujar Popon.
Tim Unisba memberikan sosialisasi mengenai konsep dasar pariwisata syariah, standar layanan, serta peluang ekonomi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat Desa Ngadas. Selain itu, tim juga mengajak masyarakat berdiskusi untuk mengidentifikasi potensi wisata desa yang dapat dipadukan dengan nilai-nilai pelayanan syariah tanpa menghilangkan identitas adat Tengger.
Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat
Rangkaian kegiatan PKM meliputi workshop layanan wisata syariah, termasuk pemahaman etika pelayanan, kebersihan, dan kenyamanan wisatawan. Kedua, Pelatihan pengembangan paket wisata ramah muslim, seperti penyediaan informasi fasilitas ibadah, makanan halal, serta penataan homestay sesuai standar kebersihan. Ketiga, pengenalan strategi pemasaran digital, agar pelaku usaha lokal mampu mempromosikan wisata Tengger berbasis nilai syariah kepada pasar yang lebih luas. Keempat, diskusi pemetaan potensi wisata, seperti budaya adat Karo, keindahan lanskap pertanian, serta aktivitas trekking yang dapat dirancang dalam paket wisata syariah.


