Fakultas Syariah Unisba Koreksi Kemelencengan Kiblat Masjid Baru di Cikutra

KOTA BANDUNG, PRIPOS.ID (21/09/2021) – Menghadap kiblat dalam melaksanakan salat merupakan salah satu syariat. Baik di masjid maupun di rumah, menghadap kiblat ketika sedang salat merupakan suatu keharusan. Orang yang sedang salat tanpa mengarahkan badannya ke kiblat maka salatnya tidak sah.

Untuk mendapatkan arah kiblat pada masa kini tidak terlalu sulit. Kemajuan teknologi bisa dimanfaatkan sebagai media untuk kesempurnaan ibadah. Membaca al-Qur’an melalui handphone merupakan salah satu kemanfaatan yang terasa bagi masyarakat. Termasuk salah satunya adalah aplikasi arah kiblat android yang bisa menunjukkan arah kiblat suatu tempat secara langsung. Aplikasi seperti ini  beragam,  dari aplikasi yang khusus untuk arah kiblat, sampai  aplikasi android islami dan di dalamnya ditambahka salah satu menu penentuan arah kiblat dengan bantuan aplikasi islami tersebut.

Namun terdapat kelemahan dari aplikasi arah kiblat yang bersumber dari android ini. Pada prinsipnya, aplikasi seperti ini masih menggunakan kompas magnetic untuk  mencari arahnya. Arah utara yang ditunjukkan tidak menunjukkan arah utara sejati, namun arah utara magnet. Walaupun demikian, terdapat juga aplikasi kompas pro yang memberikan fasilitas utara sejati dari penunjukan jarum kompasnya.

Terdapat masjid baru di daerah Cikutra yang sebelumnya diukur arah kiblatnya dengan media konvensional, yaitu kompas biasa, namun tidak memberikan keyakinan dari arah kiblat yang dihasilkan. Kemudian tim Ilmu Falak Fakultas Syariah Universitas Islam Bandung (Unisba) melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan kalibrasi ulang arah kiblat masjid tersebut. Tim terdiri atas dua dosen pendamping, Encep Abdul Rojak, SHI., M.Sy dan Ilham Mujahid, S.Sy., M.Sy, serta beberapa mahasiswa, yaitu Abdullah Syihabuddin, Siti Az-Zahro, Yusrina Mardhiyah S., dan Octapiyanti Nurhidayati yang dilaksanakan Sabtu, 28 Agustus 2021.

Kegiatan ini pun disaksikan oleh pengurus masjid tersebut, mulai ketua DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) sekretaris, keluarga yang mewakafkan tempat untuk masjid, dan panitia pembangunan masjid. Mereka hadir pada saat pengukuran arah kiblat, termasuk menyaksikan proses pengukuran arah kiblat ini. Bahkan ada diantara mereka yang ikut menelaah arah kiblat yang dihasilkan dari kegiatan ini melalui theodolite.

Peralatan yang digunakan dalam kalibrasi ini terdiri atasTheodolite Ruide Laser, GPS hand held, dan ATK. Kalibrasi ini menggunakan metode spherical trigonometry dengan dasar perhitungan menggunakan pergerakan matahari yang dapat dijadikan acuan untuk mengetahui arah utara sejati. Proses perhitungan diawali dengan mencari data koordinat menggunakan GPS. Data-data koordinat yang didapatkan digunakan sebagai dasar perhitungan mencari azimuth kiblat masjid ini. Media perhitungan yang digunakan menggunakan aplikasi Microsoft Excel yang dibuat dalam bentuk program, dengan dasar perhitungan yang sudah ditanam di dalamnya sehingga sangat membantu proses kalibrasi di lapangan.

Setelah dilakukan perhitungan dan didapatkan hasilnya, ternyata ada selisih yang sangat besar antara arah kiblat yang sudah ada dengan hasil perhitungan arah kiblat baru. Selisih tersebut berjumlah -11°, artinya arah kiblat yang sudah ada kurang 11° ke arah Utara. Dengan dasar perhitungan yang jelas dan peralatan yang modern, pelaksanaan kalibrasi ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sehingga tim merekomendasikan untuk menggunakan hasil kalibrasi tersebut sebagai koreksi arah kiblat yang ada dan diarahkan kepada arah kiblat yang dihasilkan dari perhitungan ini.(ask/png)

Categories: Agama,Berita Daerah

Leave A Reply

Your email address will not be published.