Literasi syariah, dalam konteks ini, bukan ajaran yang berdiri sendiri, melainkan berpadu dengan kearifan lokal, seni, dan realitas sosial. Di era visual dan digital, ketika film dan seni menjadi medium paling efektif membentuk kesadaran publik, literasi syariah perlu hadir sebagai narasi yang membumi. Bukan untuk menggurui tetapi untuk memberi arah. Bukan untuk membatasi tetapi untuk menumbuhkan tanggung jawab moral dan keberlanjutan hidup (tathbiq dan tahdzib).
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan Fakultas Syariah Unisba, antara lain Dekan Fakultas Syariah Dr. Eva Fauziah, Ketua Layanan Konsultasi Syariah Dr. Titin Suprihatin, serta Wakil Dekan III Fakultas Syariah Ifa Hanifia Senjiati. Kehadiran para pimpinan fakultas tersebut menegaskan dukungan institusional terhadap penguatan literasi syariah berbasis pengabdian dan kolaborasi lintas sektor.


