Sasaran kegiatan melibatkan orang tua dan siswa SMA melalui berbagai aktivitas seperti literasi AI, penguatan komunikasi keluarga, psikologi komunikasi remaja, regulasi emosi, hingga pengembangan ruang aman bercerita dalam keluarga (family safe space).
Tim PKM juga memperkenalkan Model Komunikasi Keluarga 5R (Respect, Reflect, Respond, Regulate, Reinforce) sebagai pendekatan praktis yang dapat diterapkan orang tua dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan remaja di era digital. Hasil evaluasi awal menunjukkan peningkatan kesadaran siswa mengenai pentingnya keluarga sebagai sumber dukungan emosional utama serta meningkatnya pemahaman mengenai penggunaan AI secara sehat dan bijak.
Melalui kegiatan ini Unisba, khususnya Tim PkM Fikom Unisba berharap penguatan komunikasi keluarga dapat menjadi strategi preventif dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.(askur/png)***


