Skrining hingga Pelatihan Pengolesan Obat
Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan metode yang berbeda.
Kamis (10/9/2026), kegiatan diawali dengan skrining kesehatan. Pemeriksaan mencakup sejumlah keluhan kesehatan, termasuk batuk dan pilek serta keluhan gatal, terutama pada malam hari yang menjadi salah satu ciri khas skabies.
Hari berikutnya, Jumat (11/9/2026), kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pengolesan obat antiskabies dan penyuluhan PHBS.
Penyuluhan tersebut diawali dan diakhiri dengan pemberian kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan santri mengenai PHBS dalam kaitannya dengan pencegahan penyebaran skabies.
Hari pertama kegiatan diawali laporan ketua pengusul, Julia Hartati, dr., M.Kes., kemudian dilanjutkan sambutan dari perwakilan Pondok Pesantren Nurul Huda, Ustadz Dede.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para santri diharapkan memahami cara menggunakan dan mengoleskan obat antiskabies secara tepat sekaligus semakin memahami pentingnya PHBS dalam menjaga kesehatan lingkungan pesantren.
Selain aspek kesehatan, kegiatan PKM juga memberikan pemahaman kepada santri mengenai keterkaitan PHBS dengan nilai thaharah atau kesucian dalam ajaran Islam.
Peningkatan pengetahuan mengenai PHBS diperkenalkan sebagai salah satu bentuk upaya menjaga kebersihan dan kesehatan yang selaras dengan prinsip ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan sunah Rasulullah SAW.
Dengan pendekatan tersebut, edukasi kesehatan tidak hanya diarahkan pada pemahaman medis tetapi juga dikaitkan dengan nilai yang dekat dengan kehidupan para santri.
Kegiatan yang diikuti 550 santri putra dan putri ini diharapkan dapat membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan obat antiskabies secara baik dan benar.
Para santri juga diharapkan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menekan kejadian skabies di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Huda Kota Bandung. (askur/nmn)***


