Berangkat dari Hasil Survei Lapangan
Pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada hasil survei tim PkM FK Unisba terhadap 37 lembaga PAUD di Kecamatan Cangkuang. Survei tersebut menunjukkan bahwa meskipun proses pembelajaran telah berjalan aktif, masih terdapat kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman para kepala PAUD mengenai aspek tumbuh kembang anak.
Beberapa materi yang dinilai perlu diperkuat meliputi deteksi dini gangguan perkembangan, pengenalan masalah emosional dan perilaku anak, hingga strategi pendampingan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak usia dini.
Dalam sesi penyampaian materi, Dr. Dicky Santosa menjelaskan pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala sebagai langkah awal dalam mendeteksi berbagai potensi gangguan kesehatan.
Sementara itu, Dr. Lilis Rohaeti, S.Pd.I., M.Pd. mengulas tumbuh kembang anak dari perspektif Islam. Ia menekankan bahwa pendidikan anak sebaiknya tidak hanya berorientasi pada perkembangan fisik, tetapi juga memperhatikan pembinaan mental, karakter, dan spiritual sebagai fondasi pembentukan generasi yang berkualitas.
Kegiatan ini diikuti oleh 71 peserta yang terdiri atas kepala PAUD, guru PAUD, serta unsur pemerintah dan pemerhati pendidikan anak usia dini.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penilik Pendidikan Nonformal dan Informal Kecamatan Cangkuang Enang, S.Pd., Pengawas Pendidikan Dasmiati, S.Pd., M.Pd., Kepala Seksi Sosial Budaya Kecamatan Cangkuang Lia Yuliana, S.Sos., M.Si., serta tujuh Bunda Desa dari berbagai wilayah di Kecamatan Cangkuang.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan besarnya dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Melalui program ini, FK Unisba membekali para kepala PAUD dengan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis dalam mengenali proses tumbuh kembang anak secara komprehensif.
Selain memahami berbagai indikator perkembangan fisik dan mental, peserta juga diberikan strategi pendampingan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah. Kepala PAUD diharapkan mampu menjadi sumber edukasi kesehatan bagi para orang tua sekaligus menjembatani kebutuhan anak dengan layanan kesehatan apabila ditemukan indikasi gangguan perkembangan.


