Sumpah Menjadi Pedoman Sepanjang Karier
Dekan FK Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., M.M., mengingatkan bahwa sumpah dokter bukan sekadar prosesi akademik. Sumpah tersebut merupakan ikrar moral, etika, dan spiritual yang harus menjadi pedoman selama menjalankan profesi.
Bagi FK Unisba yang berlandaskan nilai-nilai Islam, profesi dokter merupakan sarana pengabdian kepada manusia sekaligus bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Atas dasar itu, FK Unisba berupaya membentuk dokter muslim yang memiliki karakter mujahid, mujtahid, dan mujaddid. Karakter tersebut menggambarkan dokter yang memiliki semangat pengabdian, mampu berpikir ilmiah dan kritis, serta berani melakukan inovasi dengan tetap menjunjung etika dan moral Islam.
“Para dokter baru hendaknya senantiasa menjunjung tinggi keselamatan pasien, menjaga integritas, dan terus mengembangkan kompetensi sepanjang hayat,” tuturnya.
Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa Unisba berkomitmen melahirkan dokter yang unggul dalam bidang akademik dan profesional sekaligus memiliki karakter Islami yang kuat.
Menurutnya, karakter tersebut penting karena dokter tidak hanya berhadapan dengan persoalan medis, tetapi juga mengemban amanah kemanusiaan dalam setiap pelayanan yang diberikan.
“Sumpah yang Saudara ucapkan hari ini bukanlah formalitas semata, melainkan janji yang menjadi landasan hidup dalam setiap langkah pengabdian Saudara kepada masyarakat,” katanya.
Ia berpesan agar para dokter baru selalu menjalankan tugas berdasarkan prinsip kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas.
Rektor juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi, kecerdasan buatan, dan digitalisasi pelayanan kesehatan harus dimanfaatkan secara bijaksana. Perkembangan tersebut harus tetap diimbangi dengan akhlak, empati, keikhlasan, dan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.
Dalam kesempatan itu, Rektor memberikan apresiasi kepada FK Unisba yang berhasil mempertahankan Re-Akreditasi Internasional ASIIN untuk Program Studi Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter. Keberhasilan tersebut memperlihatkan komitmen fakultas dalam menjaga mutu pendidikan sesuai standar internasional.
Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, menambahkan bahwa sumpah mempunyai makna lebih mendalam dibandingkan janji pada umumnya. Sumpah profesi harus dijaga dan dibuktikan melalui perilaku nyata.
Ia berharap para dokter baru dapat menjalankan amanahnya dengan ikhlas dan jujur, memperkuat keimanan, serta selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT ketika menghadapi tantangan profesi pada masa mendatang.
Yudisium dan Sumpah Dokter Gelombang V ini kembali meneguhkan komitmen Unisba dalam mencetak dokter muslim yang kompeten, berintegritas, profesional, dan berkarakter Islami. Para dokter baru diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan bermutu serta membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan. (askur/nmn)***


