“Gerakan ini bukan sekadar pengumpulan limbah tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus wujud solidaritas untuk membantu sesama. Dari limbah yang tampak tak berguna, kita ubah menjadi ladang amal jariyah,” ujarnya.
Program Go Green Campus bertujuan mengedukasi warga kampus agar tidak membuang minyak jelantah sembarangan, mengingat dampaknya yang merusak ekosistem tanah dan air. Minyak yang terkumpul selanjutnya dikelola BMM untuk didaur ulang dan hasilnya disalurkan bagi kelompok rentan seperti anak-anak terlantar, lansia dhuafa, penyandang disabilitas, dan ODGJ.
Perwakilan BMM Jawa Barat mengapresiasi partisipasi aktif FTK Unisba dalam gerakan ini.
“Kami melihat semangat kolaboratif dan kepedulian sosial yang luar biasa dari civitas akademika FTK. Semoga langkah kecil ini menjadi inspirasi bagi fakultas dan kampus lain untuk bergerak bersama menjaga bumi sekaligus menebar manfaat bagi sesama,” ungkapnya.


