Pesan tersebut direfleksikan melalui wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad saw., yaitu
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-‘Alaq: 1)
Perintah iqra’ tidak semata-mata dimaknai sebagai aktivitas membaca teks, tetapi menjadi fondasi peradaban ilmu. Manusia diperintahkan untuk membaca, memahami, mengkaji, dan mengembangkan pengetahuan dengan kesadaran bahwa seluruh aktivitas keilmuan harus terhubung dengan Tuhan Sang Pencipta.
Sebaliknya, berbagai persoalan bangsa—mulai dari lemahnya integritas, krisis keteladanan, intoleransi, kesenjangan sosial, penyalahgunaan teknologi, hingga tantangan moral generasi muda—menuntut keterlibatan insan pendidikan secara lebih serius.
Rangkaian Yudisium dan Pelepasan 185 calon wisudawan FTK Unisba tersebut menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa setiap gelar akademik membawa konsekuensi tanggung jawab.


