“Galih Pakuan” Siap Menerima Pasien 24 Jam

BOGOR, JAWA BARAT, PRIPOS.ID (14/03/2020) – Awal berdiri Tahun 1983 dengan nama Rehabilitasi Sosial Anak Nakal dan Korban Narkotika (ANKN) Innabah, Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, kemudian berganti nama lagi menjadi Panti Rehabilitasi Sosial Korban Narkotika (PRSKN) Putat Nutug Parung Bogor dibawah proyek Seksi RPS ANKN Kantor Wilayah Departemen Sosial Provinsi Jawa Barat (Kementerian Sosial). Pada Tahun 1994 dikeluarkan SK Dirjen Bin-Rehsos Nomor: 6/KEP/BRS/IV/1994 tepatnya pada tanggal 26 April 1994 PRSKN Putat Nutug berubah nama menjadi PSPP “Galih Pakuan” Bogor.

Pada Tanggal 9 Agustus 2018, PSPP “Galih Pakuan” mengalami perubahan nomenklatur lagi menjadi Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya (BRSKP NAPZA) “Galih Pakuan” di Bogor sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit PelaksanaTeknis Korban Penyalahgunaan NAPZA dilingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial.

Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Korban Penyalahguna NAPZA di Lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial, BRSKP “Galih Pakuan” di Bogor memiliki tugas melaksanakan Rehabilitasi Sosial kepada korbanpenyalahguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. Hal ini disampaikan Kepala Balai BRSKPN NAPZA “Galih Pakuan” Ciseeng, Bogor, Wahidin  saat menerima kunjungan dari Forum Wartawan Kementerian Sosial (Forwasos) di BRSKPN NAPZA “Galih Pakuan” Jl. H. Miing No.16, Karihkil, Kec. Ciseeng, Bogor, Jawa Barat 16120, Jum’at (13/03/2020).

“Kami menerima pasien rujukan dari Kepolisian, keluarga atau lembaga lain dan kami siap menerima pasien kapanpun 24 jam kita siap, karena kami ingin mewakafkan diri di Galih pakuan untuk mengabdi bagi anak negeri,’kata Wahidin

Supaya pelayanan di BRSKPN NAPZA di ketahui masyarakat, Wahidin meminta kepada kalangan media untuk dapat mempromosikan layanan BRSKPN NAPZA “Galih Pakuan”.

Selanjutnya dilokasi yang sama Kepala Biro Humas Kementerian Sosial, Wiwit Widiansyah juga berharap kepada media untuk menyampaikan info yang valid untuk penyebaran informasi kepada masyarakat luas tentang Program kerja Kementerian Sosial RI terutama mengenai Layanan rehabilitasi sosial yang dapat bermanfaat untuk mengatasi berbagai permasalahan penyalahgunaan Napza yang ada saat ini.

Sementara itu diwaktu yang sama Yusuf  Novara atau biasa disapa Bro Cupi (eks penerima manfaat) BRSKPN NAPZA “Galih Pakuan” yang kini menjadi konselor adiksi menceritakan pengalaman pahitnya selama berjuang melawan adiksi, sampai akhirnya ia tertolong  oleh layanan rehabilitasi di BRSKPN NAPZA “Galih Pakuan” Bogor. Bro Cupi sangat bersyukur dan berterimakasih atas support serta dukungan Kementerian Sosial RI yang membantu ia pulih dari adiksi dan saat ini dapat mandiri bekerja sebagai konselor adiksi di BRSKPN NAPZA “Galih Pakuan”, Bogor.(nor)

 

Categories: Berita Daerah

Pripos.id