Gandeng Belgia, ITS Gali Potensi Teknologi Kesehatan

MEDIAKAMPUS.INFO –  Inovasi teknologi di sektor kesehatan punya potensi tersendiri. Mengulik hal tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Direktorat Kemitraan Global (DKG) jalin kolaborasi dengan VIVES University of Applied Sciences Belgia (VIVES). Selama tiga bulan, sejak (12/2), mahasiswa dari dua institut ini akan berkolaborasi merancang inovasi untuk dunia medis.

Direktur Kemitraan Global ITS, Assoc Prof Maria Anityasari PhD menyebutkan bahwa program International Competences in Healthcare Technology ini melibatkan 31 mahasiswa ITS dari Departemen Teknik Biomedik dan Departemen Desain Produk Industri. Sementara itu, wanita yang akrab disapa Maria ini menambahkan, VIVES sendiri memboyong 17 mahasiswa dari Departemen Teknologi Kesehatan milik mereka.

Kepada ITS Online, Maria menyebutkan bahwa kolaborasi kedua kampus ini bukan sekadar memperkuat kerja sama internasional ITS, melainkan juga untuk memajukan umat manusia. Bukan tanpa alasan, wanita berkacamata ini melanjutkan, peserta ditargetkan mampu melahirkan prototipe produk inovasi kesehatan. “Yang mana hal tersebut merupakan luaran utama dari program kolaborasi kami,” ujarnya.

Sementara ini, Maria menambahkan, produk-produk yang akan dirancang di antaranya ialah teknologi untuk pasien pasca operasi, amputasi, oftalmoskopi, rehabilitasi pasca stroke, penyandang disabilitas mobilitas, serta untuk penyandang gangguan penglihatan. Setelah produk tersebut jadi, ITS akan menyalurkannya ke beberapa rumah sakit di Surabaya dan sekitarnya. “Seperti RSUD Dr Soetomo, RS Universitas Airlangga, hingga RS Sumberglagah Mojokerto,” imbuh wanita ini.

Sambutan Veerle De Mey dari VIVES University of Applied Science Belgia dalam program Challenges & Opportunities of Healthcare Technology Innovation.

Secara garis besar, program internasional ini akan dipenuhi dengan tujuh pertemuan berupa sesi kick off, diskusi, sesi kebudayaan, hingga presentasi akhir. “Sesi kebudayaan sendiri akan menampilkan pertunjukan tari tradisional dan edukasi Bahasa Indonesia bagi mahasiswa VIVES,” sambung dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS ini.

Ke depannya, Maria berharap agar program sejenis ini dapat terus digalakkan oleh ITS. Hal tersebut lantaran, kegiatan seperti ini mampu menjadi jembatan penghubung antara ITS dengan perguruan tinggi internasional. “Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi wujud pengabdian ITS bagi masyarakat,” pungkasnya mengakhiri.*

Reporter: Raisa Zahra Fadila
Redaktur: Muhammad Faris Mahardika

Categories: Berita Daerah,Iptekni

Leave A Reply

Your email address will not be published.