Hari Dharma Samudera, Koarmada I, Upacara di Atas Kapal Perang

Teluk Jakarta, Pripos.id (15/01/2022) – Koarmada I gelar Upacara Tabur Bunga di Laut dalam rangka mendukung Hari Dharma Samudera 15 Januari 2022 di atas KRI Semarang-594 yang berlayar di Teluk Jakarta, Sabtu (15/1/2022)
Upacara gabungan Koarmada I, Pushidrosal, Kolinlamil dan Lantamal III ini, dipimpin oleh Kaskoarmada I Laksma TNI Eko Jokowiyono, mewakili Pangkoarmada I yang menghadiri upacara peringatan Hari Dharma Samudera harus di Koarmada II, Surabaya.

Membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono, Kaskoarmada l cerita para pejuang TNI AL yang mencatat sejarah untuk negara dan bangsa Indonesia diantaranya, Kapten Markadi dengan perahu cadik, tak gentar melawan patroli Belanda di Selat Bali, mencegah pertahanan kembali. Letnan Samadikun menantang Korvet dan Destroyer Belanda di Teluk Cirebon, demi mempertahankan kepemilikan negara yang telah merdeka. Kapten Harjanto di atas perahu layar barat dan gugur menghadapi dua kapal patroli Belanda di Laut Sapudi.

Selain itu ada Walikota John Lie, si Hantu Selat Malaka menggunakan kapal cepat penjahat, menantang maut, mengambil resiko kematian patroli belanda, demi mengisi kas negara dan mendapatkan senjata. Komodor Yos Sudarso, Kapten Tjiptadi, Kapten Wiratno, Kapten Memet Sastrawirya menjadi martir kembalinya Papua ke pangkuan Ibu Pertiwi. Sersan KKO Usman dan Kopral KKO Harun yang menjadi syuhada untuk negara. Prajurit KRI Nanggala-402 tabah dalam patroli selamanya, gugur saat menjalankan tugas negara dan masih banyak yang lainnya, yang tercatat maupun tidak tercatat.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pahlawan-pahlawan terdahulu telah memberikan contoh tauladan serta mengajarkan makna dari sifat kepahlawanan untuk tidak takut, berani berkorban dan semangat pantang menyerah demi bangsa dan negara. Kasal juga berharap kepada seluruh prajurit-prajurit untuk “setiap peringatan Hari Dharma Samudera dapat menginspirasi bangsa Indonesia untuk terus membangun dan membangkitkan kembali kejayaan sebagai bangsa pelaut, bangsa yang nafasnya seiring dengan irama gelombang samudera.

“Meskipun tantangan yang kita hadapi hari ini tidak sama dengan masa lalu, namun prinsip dan nilai-nilai kepahlawanan tidak akan pernah berubah, apapun tantangan yang kita hadapi sekarang dan yang akan datang. Kapanpun tugas negara memanggil, akan kita pertaruhkan jiwa dan raga di bawah panji merah putih,” tegas Kasal dalam amanatnya.

Categories: Militer

Leave A Reply

Your email address will not be published.