Hingga Akhir 2019, 768 Jurnal PTKI Sudah Terakreditasi

JAKARTA, PRIPOS.ID (23/1/2020) – Jumlah jurnal Perguruan Tinggi Hubungan Islam (PTKI) yang terakreditasi terus meningkat. Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag mencatat, hingga 2019, sudah ada 768 jurnal PTKI yang terakreditasi.

Angka ini meningkat signifikan dibandingkan data akhir tahun 2018 yang baru mencapai 305 jurnal. “Jurnal merupakan pilar penting dalam menentukan indikator kualitas perguruan tinggi. Ia merupakan corong atas hasil temuan penelitian, di samping pergolakan wacana dan diskursus keilmuan yang berkembang di lingkungan kampus, ”terang Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin, di Jakarta, Kamis (23/01).

“Oleh karena itu, jurnal menjadi instrumen penting dalam mendiseminasikan hasil-hasil penelitian yang sekaligus menjadi media dakwah keilmuan di lingkungan peguruan tinggi,” lanjutnya.

Menurut guru besar UIN Alauddin Makassar ini, pembenahan kualitas perguruan tinggi harus berorientasi pada peningkatan kualitas jurnal. Sebab, jaringan, produktivitas keilmuan, dan kualitas penelitian dapat diperoleh dari jurnal yang dikelola oleh perguruan tinggi. “Saya mendorong seluruh pimpinan PTKI untuk memperhatikan jurnal di masing-masing kampus sehingga bisa lebih berkualitas lagi,” pesannya.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim, mengapresiasi kinerja pimpinan PTKI yang telah meraih prestasi gemilang di bidang jurnal ini. Senada dengan Kamaruddin, Arskal menilai jurnal memiliki makna strategis untuk pengembangan PTKI. Di samping sebagai fasilitas dalam diskusi wacana keilmuan, jurnal juga menjadi persyaratan lengkap dalam melengkapi borang-borang akreditasi perguruan tinggi dan Skor angka kredit dosen.

“Oleh karena itu, peraihan jurnal yang terakreditasi ini sangat penting,” tegasnya.

Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi, melaporkan, dalam dua tahun terakhir terjadi lompatan Peningkatan yang sangat terkait terkait jumlah jurnal yang terakreditasi. Pada akhir tahun 2017, baru diterbitkan 68 jurnal terakreditasi. Angka ini naik signifikan pada 2018 menjadi 305 jurnal. Akhir tahun 2019, mendukung peningkatan lagi menjadi 768 jurnal.

“Jurnal terakreditasi pada Sinta-1 sebanyak 5 jurnal, Sinta-2 sebanyak 132 jurnal, Sinta-3 sebanyak 174 jurnal, Sinta-4 sebanyak 259 jurnal, Sinta-5 sebanyak 171 jurnal, dan Sinta-6 sebanyak 27 jurnal,” jelas Suwendi .

Menurut doktor Pendidikan Islam jebolan UIN Syarif Hidayatullah ini, akreditasi ini berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2018 Tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah yang diterbitkan pada Sinta (Indeks Sains dan Teknologi). Yaitu, portal yang berisi tentang hasil penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang terkait antara hasil penelitian lainnya, penulis, penulis, jurnal kinerja dan kinerja Iptek.

Sementara jurnal yang tergabung dalam portal moraref.kemenag.go.id saat ini telah mencapai 1.724 jurnal dengan jumlah artikel sebanyak 50.290 buah.

Categories: Agama

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id