Indonesia Kembangkan Potensi Industri Kreatif dan Ekonomi Digital Melalui Forum Kerja Sama APEC

JAKARTA, PRIPOS.ID (29/06/2020)  – Indonesia bersama dengan dua puluh anggota Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) tekankan pentingnya perkembangan ekonomi digital dan industri kreatif sebagai upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Pada tanggal 26 Juni 2020, anggota APEC mengikuti pertemuan Special Virtual Meeting on Digital Economy Steering Group (SVM – DESG) yang membahas pemanfaatan teknologi digital dalam menangani COVID-19. Pembelajaran yang diperoleh dari pengembangan digital platform yang dukung ketahanan dan kesiaptanggapan dunia usaha, juga dibahas.

Anggota APEC berupaya mendorong kerja sama strategis jangka panjang. Rencana strategis ini tertuang dalam APEC Internet and Digital Economy Roadmap (AIDER). Beberapa fokus AIDER yaitu kerja sama untuk meningkatkan infrastruktur digital, inklusifitas Internet dan Ekonomi Digital, serta transformasi bisnis tradisional agar memanfaatkan digital platform.

Indonesia berupaya memasukkan isu industri kreatif dalam rencana strategis. “Pandemi ini telah mengubah gaya hidup kita, teknologi digital telah membantu kita dalam menangani dampak COVID-19. Sementara itu, industri kreatif yang berbasis ekonomi digital telah menciptakan lapangan pekerjaan non-konservatif di tengah pandemi. Penting untuk menempatkan industri kreatif sebagai salah satu inti dari kerja sama di bidang ekonomi digital,” ujar Ketua Delegasi Indonesia, Andre Omer Siregar.

Salah satu contoh industri kreatif yang berkembang di Indonesia yaitu pasar online dan digital game. Selama 3 tahun terakhir, pertumbuhan pasar game di Indonesia meningkat sebesar 300%. Indonesia memiliki target untuk meningkatkan angka ini dan juga persentase developer game lokal yang terlibat dalam industri ekonomi digital.

Keterlibatan Indonesia pada APEC DESG juga merupakan salah satu bentuk komitmen Kementerian Luar Negeri dalam mengembangkan potensi ekonomi digital di tanah air.

Dengan menjalin dialog dengan para pelaku bisnis domestik, dan penyelenggaraan “Kemlu For Startup” pada akhir tahun lalu, Kementerian Luar Negeri berupaya membawa isu ekonomi kreatif ke forum regional dan internasional.

Sebagai salah satu forum regional tertua di kawasan Asia-Pasifik, APEC diharapkan dapat memberikan manfaat konkret kepada pelaku usaha di tanah air – baik melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas, maupun pembelajaran dari pertukaran informasi, inisiatif dan contoh kebijakan dari anggota APEC lainnya.

Turut memperkuat delegasi Indonesia adalah Direktur Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta pejabat dari Direktorat Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Lainnya Kementerian Perdagangan, dan Pusat Kelembagaan Internasional Kementerian Komunikasi dan Informatika.(Kemenlu/ask)

Categories: Luar Negeri

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id