Insan Industri Memaknai Hari Pancasila

JAKARTA, PRIPOS.ID (2/06/2021) – Pada 1 Juni 1945, Pancasila lahirsekaligus menjadi pilar yang menjadi dasar berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bagi Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Pancasila harus dimaknai secara luas oleh setiap lapisan masyarakat, termasuk para insan industri. Dengan demikian, dalam melakukan kegiatan industrinya, para pelaku industri turut memegang teguh nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme.

“Buat saya, Pancasila itu Indonesia banget. Memaknai Hari Pancasila, pelaku Industri harus berorientasi memajukan Indonesia dengan cara membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dan meningkatkan nilai tambah dari hasil alam Indonesia untuk memperkuat struktur industri kita,” kata Menperin Agus, Selasa (1/6).

Ia juga menuturkan, sebagai sebuah bentuk pengabdian dan upaya menjunjung teguh nilai-nilai Pancasila, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menginisiasi Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah roadmap (peta jalan) dan strategi Indonesia memasuki era industri digital atau industri 4.0. Making Indonesia 4.0telah diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 2018 lalu.

Menurut Menperin,inisiatif Making Indonesia 4.0 memiliki potensi besar untuk melipatgandakan produktivitas tenaga kerja, sehingga dapat meningkatkan daya saing global dan mengangkat pangsa pasar ekspor. Melalui peta jalan tersebut, Indonesia diproyeksikan masuk dalam 10 besar ekonomi dunia. “Tadi pagi Bapak Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Revolusi Industri 4.0 harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pendalaman nilai-nilai Pancasila,” ucap Menperin.

Pemerintah memfokuskan tujuh sektor industri sebagai prioritas yang dikembangkan dengan Industri 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, industri elektonik, sektor alat Kesehatan, dan sektor farmasi.

Dalam upaya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme dalam dunia industri, Menperin Agus juga terus mendorong pencapaian program substitusi impor 35 persen pada tahun 2022. Langkah yang dijalankan antara lain substitusi impor barang-barang baku dan input yang dengan barang yang diproduksi di dalam negeri.

Ada tujuh program yang dijalankan guna mengakselerasi program subtitusi impor ini dan mendorong percepatan pertumbuhan industri pada tahun 2021, antara lain program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN), kebijakan harga gas, program hilirisasi mineral, pengembangan kawasan industri, program pengembangan digital capability center, program pengembangan vokasi industri, program pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM), dan program Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Selain itu, Kemenperin juga terus mengupayakan optimalisasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada setiap produk industri nasional, agar mendukung produktivitas bagi sektor pembuat komponennya. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kemenperin untuk menaikkan nilai TKDN menjadi 50% pada tahun 2024 sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020- 2024. “Saya berharap nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme akan terus membangkitkan dunia industri di tanah air,” pungkasnya.(sani/png)

Categories: Ekonomi dan Bisnis

Leave A Reply

Your email address will not be published.