Arif pun mengenalkan prinsip set and forget di mana kamera sebaiknya dipersiapkan sebelum momen berlangsung, sehingga fotografer tidak kehilangan kesempatan hanya karena terlalu fokus pada pengaturan kamera. Baginya, kemampuan fotografi tidak semata-mata ditentukan oleh penguasaan teknik, tetapi oleh bagaimana seseorang melihat dan membaca sebuah momen.
“Selain mencari momen, kita juga bisa menciptakan dan mengantisipasi kemungkinan munculnya momen. Kita harus bisa menembak gesture selanjutnya dari objek yang mau difoto,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, IPSMF 2026 memperluas makna fotografi sebagai proses mengamati, memahami, dan membingkai kehidupan sehari-hari. Peserta tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan gambar, tetapi juga mempertanyakan apa yang membuat sebuah gambar memiliki cerita dan perspektif.
Bagi Arif, ketertarikan terhadap fotografi pada akhirnya dapat menjadi bagian dari nilai yang dibangun seseorang melalui proses berkarya.


