Jamin Sistem Perdagangan Adil, Wamendag Tingkatkan Peran Bappebti

JAKARTA, PRIPOS.ID (24/01/2021) – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan, Badan
Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memiliki peran yang sangat signifikan.
Menurutnya, Bappebti berperan sebagai sistem pendukung (supporting system) dalam perdagangan,
khususnya dalam menjamin sistem perdagangan yang adil dan saling menguntungkan. Untuk itu,
Wamendag bertekad meningkatkan kinerja Bappebti agar memenuhi fungsinya tersebut, khususnya
dalam penyediaan dan stabilisasi pangan.

“Ini tugas dari Menteri Perdagangan M. Lutfi untuk melaksanakan supervisi agar kinerja Bappebti
semakin baik. Peran Bappebti memang sangat besar dan harus bisa terus dioptimalkan,” kata
Wamendag.

Wamendag menyampaikan, amanah dari Mendag yaitu agar Bappebti fokus pada pemberdayaan
sistem resi gudang (SRG), pasar lelang komoditi, serta menggarap potensi mata uang kripto
(cryptocurrency). SRG, lanjut Wamendag, merupakan sistem logistik yang bertujuan memberikan
kepastian usaha bagi pelaku usaha mulai dari produsen, pedagang, hingga konsumen. “Dengan sistem
gudang yang baik diharapkan produsen bisa menikmati harga yang baik dan menguntungkan dan
relatif aman dari fluktuasi. Sedangkan bagi pedagang, SRG akan memangkas rantai pasokan sehingga
pedagang bisa mendapatkan harga yang baik,” jelasnya.

Demikian pula bagi konsumen, dengan SRG diharapkan konsumen bisa mendapatkan tingkat harga
terbaik dan terjaminnya ketersediaan barang kebutuhan. Di tengah pandemi Covid-19, SRG di
beberapa daerah berfungsi sebagai penyangga bagi ketersediaan barang-barang kebutuhan dasar,
khususnya di bidang pangan. Tercatat nilai transaksi SRG periode Januari–November 2020 mencapai
Rp160,26 miliar. Pada 2021, pemanfaatan SRG diharapkan dapat meningkat sebesar 7 persen.
“Kami mengapresiasi kinerja Bappebti, khususnya di SRG. Selain itu, Kemendag juga perlu mendorong
agar terjadi peningkatan dan perluasan kinerja, khususnya di sektor terkait seperti pasar lelang
komoditas dan pasar berjangka komoditas,” tutur Wamendag.

Wamendag kembali menjelaskan, mata uang kripto memiliki potensi besar yang juga akan menjadi
fokus garapan Bappebti tahun ini. Wamendag berharap, sektor kripto bisa ditangani dengan baik agar
bisa mendukung sistem perdagangan dan ekonomi secara umum. Sektor kripto sendiri terus
berkembang dan sifatnya sangat luwes di lintas negara. Sejak 2018, mata uang kripto telah ditetapkan
untuk diperlakukan sebagai komoditas dan kemudian otoritas regulasi dan pengawasannya diberikan
kepada Bappebti.

“Mata uang kripto ini harus memberikan manfaat yang besar dan juga aman. Dalam hal ini, aman
bagi pemilik, pelaku usaha, aman juga bagi negara. Untuk itu, diperlukan kapasitas institusi dan
regulasi yang baik,” tutup Wamendag.

Pelaku usaha sendiri menyambut baik peningkatan fungsi Bappebti dalam kripto. Bagi pelaku usaha,
keamanan bertransaksi dan perlindungan aset menjadi perhatian utama. Mereka berharap kerja
Bappebti bisa sejalan dengan kebutuhan pelaku usaha.

Saat ini, Bappebti telah menerbitkan beleid yang mengakui kripto sebagai aset yang bisa
diperdagangkan. Ketentuan ini ada di dalam Peraturan Bappebti No. 7 Tahun 2020 tentang Penetapan
Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Aturan ini diterbitkan 17
Desember 2020. Peraturan ini mengatur penetapan aset kripto, mekanisme penambahan dan
pengurangan aset kripto, serta penyelesaian pada pelanggan akibat dari delisting aset kripto yang
tidak terdaftar dalam peraturan tersebut.(desi/png)

Categories: Berita Nasional,Ekonomi dan Bisnis

Leave A Reply

Your email address will not be published.