Jangan Abai Terapkan Prokes Meski Vaksinasi Covid-19 Sedang Berlangsung

KOTA BANDUNG, PRIPOS.ID (24/01/2021) – Seluruh lapisan masyarakat di Jawa Barat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) meskipun vaksinasi Covid-19 sudah berjalan. Demikian dikemukakan Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad, Jumat (22/01/2021).

Daud juga menghimbau kepada para penerima vaksin Covid-19 untuk tidak abai menerapkan prokes seperti memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, karena untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), dibutuhkan waktu lebih dari satu tahun.

“Vaksin Covid-19 dapat mengurangi angka kesakitan atau kematian akibat pandemi dalam waktu cepat. Tapi, untuk membentuk kekebalan kelompok butuh waktu cukup panjang,” katanya.

Daud mengharapkan, dengan angka kesakitan yang berkurang, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat tetap terjaga di level aman.

“Jika angka kesakitan berkurang, pasien yang dirawat pun berkurang sehingga BOR (bed occupancy rate) tidak akan pernah penuh,” ucapnya.

Daud memastikan, vaksin Covid-19 merupakan vaksin yang aman, berkhasiat, bermutu dan halal, dimana Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

“BPOM menyatakan efikasi atau risiko terpapar penyakit lebih rendah pada 65,3% orang yang divaksin. Izin edar sementara juga mempertimbangkan data keamanan efikasi dari negara lain,” ujarnya.

Daud menyatakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun sudah mengeluarkan fatwa vaksin Covid-19 halal dan suci, karenanya masyarakat dihimbau untuk tidak takut dan menolak divaksin Covid-19, apalagi, uji klinis fase III vaksin Covid-19 dari Sinovac yang dilakukan di Bandung sejak Agustus 2020 memperlihatkan keamanan, khasiat dan mutu vaksin.

“Uji klinis bertujuan untuk mengevaluasi keamanan, khasiat dan mutu vaksin COVID-19. Hasil dari rangkaian uji klinis ini adalah dikeluarkannya izin penggunaan daruat atau EUA dari BPOM berdasarkan laporan interim tiga bulan. Sementara itu pemantauan uji klinis fase III masih akan berlanjut hingga enam bulan sampai bulan Mei 2021,” katanya.

Daud menjelaskan bahwa, data keamanan vaksin di Indonesia menunjukkan hasil yang baik. Gejala yang muncul setelah vaksin adalah nyeri pada tempat suntikan dan nyeri otot yang termasuk mayoritas seluruhnya gejala ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya.

“Yang dirasakan setelah vaksin hanya gejala ringan dan setelah vaksinasi dilakukan dapat kembali beraktivitas dengan normal,” tambahnya.

Sementaa itu Jawa Barat mendapat alokasi 97.080 dosis vaksin Sinovac dari total 1,2 juta dosis yang disiapkan pemerintah pusat di Tahap I Termin I Januari 2021.

Rinciannya, Kota Bandung mendapat 25.000 vial, Kota Bekasi 14.060 vial, Kota Bogor 9.160 vial, Kota Depok 11.140 vial, Kota Cimahi 3.880 vial, Kab. Bandung Barat 3.960 vial, dan Kab. Bandung 7.560 vial. Sebanyak 22.320 vial sisanya disimpan di gudang provinsi dengan target sasaran utama yakni SDM Kesehatan di fasyankes.(Parno/aji)

Categories: Berita Daerah

Leave A Reply

Your email address will not be published.