“Kita punya warisan keilmuan dan akhlak yang kokoh, kenapa harus minder?” teriaknya dengan semangat. Tambahnya, “NU harus datang dengan keteduhan, bukan membuat kegaduhan! Saya harap kader di Katapang langsung turun ke lapangan: aktif di RT/RW, bantu warga yang kesulitan, dan tunjukkan bahwa toleransi bukan hanya kata, Itu perilaku kita. Begitu lah, masyarakat akan otomatis mencintai dan butuh kita.”
Narasumber KH. Mahmud Zubaidi, alumni Pesantren Lirboyo dan mantan pengurus Lembaga Falakiyah PCNU Kota Kediri, menambahkan bahwa NU memiliki modal emas: tradisi keilmuan yang dalam, akhlak mulia, dan komitmen kuat terhadap bangsa. Karena itu, tidak ada alasan pun bagi kader, terutama generasi muda, untuk merasa kurang di ruang publik.
“Generasi muda harus berani maju ke depan! Bawa nilai moderasi, toleransi, dan kearifan lokal,” tegas KH. Mahmud. Dengan tetap berpijak pada ajaran para ulama, dia yakin NU akan terus menjadi kekuatan sosial yang tak tergantikan di tengah masyarakat. (Iding/BNN)


