Jelang Pengelolaan PNBP Terpusat, Sekretariat Barantan Ikuti Bimtek Kemenkeu

JAKARTA, PRIPOS.ID (17/11/2020) — Pada tahun 2021, Badan Karantina Pertanian (Barantan) akan melakukan pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara terpusat, Sekretariat Badan Karantina Pertanian beserta Satker Lingkup Badan Karantina Pertanian mengikuti Bimbingan Teknis Pengelolaan PNBP yang digelar oleh Direktorat Jendral Anggaran, Kementerian Keuangan.

Acara yang digelar secara virtual ini dihadiri oleh seluruh pejabat keuangan dan tata usaha serta Petugas/Bendahara PNBP lingkup Karantina Pertanian diseluruh Indonesia.

“Kami berharap dengan bimtek ini seluruh pejabat yang berwenang maupun Petugas/Bendahara PNBP dapat memiliki kompetensi dan pemahaman yang sama dalam penge Lololaan PNBP yang baik,” kata Sekretaris Barantan, Wisnu Haryana dari ruang kerjanya, Selasa (17/11)

Menurut Wisnu, pengelolaan PNBP Karantina Pertanian kedepan akan terpusat berbeda dengan pengelolaan tahun sebelumnya yang dikelola oleh masing-masing satuan kerja atau tersebar. Kebijakan ini sejalan dengan kebijakan pimpinan dalam penguatan pengelolaan PNBP secara tertib, efisien, efektif dan akuntabel, tambahnya.

Direktur PNBP Kementerian dan Lembaga, Direktorat Jendral Anggaran, Kemenkeu, Dony Wijanarko menyampaikan bahwa selama lima tahun terakhir terus meningkat, bahkan disaat Pandemi hingga November 2020 tercatat lonjakan PNBP Barantan sebesar Rp. 254 miliar atau meningkat 108%.

Dony juga menyebutkan secara agregat, PNBP Barantan yang berasal dari tindakan karantina pertanian ini mencapai 42% dari total PNBP Kementan atau dengan kata lain, PNBP Barantan menjadi tulang punggung pendapatan negara bukan pajak dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan, Kementan, Muchlis yang hadir dan juga memberikan materi menyebutkan bahwa pencapaian realisasi PNBP di Kementan telah mencapai target yang telah ditetapkan.

Sementara Direktur PNBP Kementerian dan Lembaga, Direktorat Jendral Anggaran, Kemenkeu, Wawan Sunarjo menambahkan bahwa pencapaian realisasi PNBP harus dikawal agar dapat memperkuat ketahanan fiskal dan mendukung pembangunan nasional berkelanjutan dan berkeadilan.

*Memperkuat Sistem Perkarantinaan*

Secara terpisah, Kepala Barantan, Ali Jamil mengapresiasi pelaksanaan Bimtek yang digelar dalam waktu dua hari kedepan dan menginstruksikan jajarannya yang terkait untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan baik.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) untuk melakukan penguatan sistem perkarantinaan, antara lain peningkatan sarana dan prasarana, kompetensi SDM, penguatan wilayah batas negeri atau border, pendukung laborarorium serta peningkatan kualitas jaringan internet di Wilayah Kerja (Wilker) pelosok.

“Pencapaian target PNBP dan pengelolaannya harus dikawal dengan baik dan benar agar dapat mendorong penguatan tindakan 8P, termasuk upaya peningkatan ekspor pertanian dengan kerjasama dan public awareness,” tukas Jamil.(nor)

 

Categories: Ekonomi dan Bisnis

Leave A Reply

Your email address will not be published.

corona covid 19 cialis https://academicjournals.org/js/ckfinder/ckfinder.html https://www.e-act.nl/admin/img/0/novagra-turkiye-satis-sitesi.pdf https://catholicculture.org/userfiles/files/novagra-satin-al.pdf https://egeduyuru.ege.edu.tr/dosyalar/novagra-nedir.pdf pendik escort
Pripos.id