“Menjadi tester itu adalah bagian dari proses mengambil data. Jadi pertama adalah pembinaan mahasiswa dalam pengenalan alat tes baru, kedua adalah pelibatan penelitian,” ujar Asnita.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mendukung penelitian maupun tugas akhir di bidang psikologi.
Dekan Fakultas Psikologi Unisba, Dr. Dewi Rosiana, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa assessment disiapkan sesuai kebutuhan mahasiswa yang akan memasuki perguruan tinggi. Assessment ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kesiapan mahasiswa, minat dan bakat, serta motivasi belajar.
“Sekarang eranya adalah era kesehatan mental. Harapan saya akan muncul satu matriks terkait mental health ala Unisba. Itu akan menjadi instrumen yang membawa kita punya mapping dan treatment,” ungkapnya.
Selain assessment psikologi, rangkaian kegiatan Ta’aruf Unisba juga mencakup Training for Facilitator (TFF) P3M yang dilaksanakan di Aula Utama Unisba. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan para fasilitator yang akan mendampingi mahasiswa baru dalam mengenali diri serta memahami nilai-nilai keislaman yang diterapkan di lingkungan Unisba. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 September 2025.


