Andalusia Neneng, selaku perwakilan Tim PKM Fikom Unisba menyampaikan bahwa label sebagai santri seharusnya tidak menjadi batasan bagi generasi muda untuk bersaing di era modern.
“Melalui biblioterapi reflektif ini, kami ingin para santri lebih sadar akan potensi, minat, dan bakat yang mereka miliki. Membaca bukan sekadar mengeja kata, tapi juga cermin untuk melihat kapasitas diri,” ujar Andalusia.
Acara yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan pemberian apresiasi berupa hadiah bagi para santri yang aktif menghidupkan sesi diskusi, kemudian dilanjutkan dengan momen makan siang bersama demi mempererat silaturahmi antara civitas akademika Fikom Unisba dan keluarga besar Pondok Pesantren Baitul Hidayah.(askur/png)***


