Kemenag Kota Malang Berupaya Menangkal Radikalisme

MALANG, PRIPOS.ID (21/11/2019) – Kota Malang identik dengan sebutan kota wisata dan kota pelajar. Sebagai daerah lintasan pelajar dan destinasi wisata, Kota Malang dengan mayoritas penduduk muslim ini tak luput dari tumbuh kembangnya benih-benih paham radikalisme dan intoleransi.

Hal ini yang membuat Kantor Kementerian Agama Kota Malang bersama Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forkopimda tak mau sedikit pun lengah demi mengikis bersemainya akar paham radikalisme dan intoleransi.Langkah yang dilakukan Kantor Kemenag Kota Malang ini sejalan dengan program strategis pemerintah dalam upaya menangkal paham radikalisasi, yaitu mengkampanyekan Moderasi Beragama yang dikibarkan Menag Fachrul Razi. “Memang ada satu dua kami temukan kelompok yang membahas soal keagamaan secara eksklusif dan sembunyi-sembunyi di Kota Malang. Namun kelompok tersebut langsung kami rangkul dengan pendekatan persuasif,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Muhtar Hazawawi ditemui humas di kantornya, Rabu (20/11).

Menurut Muhtar, mereka yang diduga terpapar paham radikalisme tidak serta merta dikucilkan atau diusir dari Kota Malang. Melainkan dirangkul dan diajak untuk kembali ke tengah sesuai dengan semangat moderasi beragama yang didegungkan Kementerian Agama.”Mereka tidak boleh dipukul melainkan kita rangkul dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ujar Muhtar didampingi Humas Kantor Kemenag Kota Malang Muhammad Burhanudin.Tidak hanya itu, tingginya potensi paham radikalisme di Kota Malang, lanjut Muhtar, mengharuskan segenap ASN Kemenag Kota Malang menjadi garda terdepan dalam menangkal paham radikalisme dengan melakukan deteksi sedini mungkin. “Selain penyuluh agama, kami juga mengerahkan segenap guru madrasah dan pengawas untuk terus menerus menyebarkan semangat Moderasi Beragama demi menangkal paham radikalisme di lingkungan sekolah dan masyarakat,” ujarnya.”Alhamdulillah upaya tersebut berjalan dengan baik. Malah di Kota Malang pertemuan para tokoh agama yang tergabung dalam FKUB, tokoh masyarakat dan pemerintah sangat intens berlangsung setiap minggu guna membahas isu terkini di lingkungan sekitar,” lanjutnya.

Muhtar menambahkan, di kalangan siswa madrasah, para guru wajib menanamkan nilai nilai kebangsaan dan cinta tanah air dengan mengedepankan kearifan lokal.Terkait Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Penanganan Radikalisme ASN dalam rangka Penguatan Wawasan Kebangsaan pada ASN yang ditandatangani pada 12 November 2019 oleh 11 kementerian/lembaga, Kakankemenag Kota Malang meminta jajarannya untuk mematuhi aturan tersebut.”SKB tersebut sudah kami sosialisasikan kepada pegawai, Penyuluh dan guru dibawah Kementerian Agama. Kami berharap tidak ada satu pun pegawai dan guru madrasah terpapar paham radikalisme. Bila ada yang terbukti terlibat sanksi tegas siap menanti,” tutup Muhtar.(benny andriyos/ask)

Categories: Agama

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id