Kemenag Sulsel Serahkan Sertifikat Halal untuk 16 Pelaku Usaha

MAKASSAR, PRIPOS.ID (19/11/2020) – Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan hari ini, Rabu (18/11), menyerahkan sertifikat halal kepada 16 pelaku usaha. Penyerahan sertifikat dilakukan Kakanwil Kemenag Sulsel Khaeroni kepada empat pelaku usaha yang menjadi perwakilan.

Mereka berasal dari PT Sari Rasa Gemilang, PT Gowa Semilir Abadi, PT Karunia Indah Segar, PT Anugrah Bersama Perkasa Berdikari. Ikut menyaksikan, Ketua Komisi Fatwa MUI Sulsel Prof. DR. HM Rusdi Khalid, MA, serta para Kepala Seksi pada Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Sulsel.

Sertifikasi Halal merupakan amanah UU No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Negara berkewajiban menjamin warganya mendapatkan produk yang halal, baik makanan, minuman, barang gunaan dan jasa. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Agama bekerja sama dengan lembaga pemeriksa halal (LPH) dan MUI. Tugas LPH melaksanakan dan menguji kehalalan produk. Sedang kewenangan MUI adalah melaksanakan sertifikasi Auditor Halal, penetapan kehalalan produk, dan akreditasi LPH.

Kakanwil Kemenag Sulsel Khaeroni mengatakan, saat ini masih ada sejumlah masalah dalam pengurusan sertifikasi halal. Kendala tersebut antara lain kepastian tarif, percepatan dan kepastian waktu, serta lph, dan otoritas yang menerbitkan fatwa halal.

Tarif terkait layanan kata Kakanwil, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk menerbitkan regulasinya. Berkenaan dengan waktu, sertifikasi halal yang selama ini mencapai 93 hari, sangat lambat dan akan dipercepat menjadi 21 hari.

Khaeroni juga menyampaikan bahwa proses halal juga masih terkendala oleh terbatasnya jumlah LPH dan lembaga yang memiliki otoritas menerbitkan fatwa halal. Kakanwil sertifikasi perlunya penambahan dua hal tersebut untuk memudahkan dan mempercepat proses halal. Pemeriksa halal nantinya juga dapat dilakukan oleh lembaga negara / yayasan Islam berbadan hukum dan universitas yang memenuhi syarat. Sementara, fatwa halal tetap dikeluarkan oleh MUI dengan mengakomodasi interaksi lembaga fatwa Ormas Islam yang berbadan hukum.

“Intinya, semua hambatan kita coba carikan solusinya, termasuk mempercepat pendaftaran online. Insya Allah ke depan semua akan berjalan baik sesuai harapan bersama, sehingga bisa menarik para pelaku usaha untuk memasukkan produknya agar memperoleh Sertifikat Halal,” tuturnya

“Dengan sertifikat halal itu, pelaku usahanya nyaman, umat juga tenang,” tandasnya.(ask)

Categories: Agama

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id