Kemensos dan BNN Musnahkan Barang Bukti Narkotika dan Jajaki Fasilitas Rehabilitasi Sosial Milik BNN 

Jakarta, Pripos.id (03/07/2020) – Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara didampingi Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat dalam acara Pemusnahan Barang Bukti Narkotika di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Cawang, Jakarta, Jum’at (03/07/2020). 

Sebelum melakukan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika, Mensponsori beberapa ruangan di kantor BNN, mulai dari Pusat Media yang berisi _trending_ isu terkait narkoba, pusat pengaduan melalui media sosial, ruang siaran dan ruang pusat penelitian, data dan informasi.

“Terima kasih kepada keluarga besar BNN, kami sudah diundang untuk melihat fasilitas di BNN dan acara pemusnahan barang bukti narkotika,” Ungkap Mensos.

Kementerian Sosial dengan BNN, salah satunya adalah dalam hal rehabilitasi sosial. “Kemensos punya 5 Balai Rehabilitasi Sosial Napza, di mana kami ingin balai kami sebagai perpanjangan tangan dari BNN,” lanjut Mensos.

Mensos juga mengarahkan ke Dirjen Rehsos agar fasilitas balai Rehsos Napza milik Kemensos dapat sesuai dengan standar di BNN. Balai Napza milik Kemensos adalah Balai Napza “Bambu Apus” Jakarta, Balai Napza “Galih Pakuan” Bogor, Balai Napza “Satria” Baturraden, Balai Napza “Insyaf” Medan dan Loka Napza “Pangurangi” Takalar.

Selain Balai Rehabilitasi Sosial Napza, Kemensos juga memiliki 178 mitra Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang tersebar di seluruh Indonesia yang mengumpulkan hak pecandu narkotika dalam perawatan / perawatan melalui bantuan medis dan bantuan sosial.

Kedepan, Mensos perlu pembaharuan Nota Kesepahaman (MoU) dengan BNN dimana perlu ada poin pemberdayaan bagi pecandu narkoba. “Kita perlu pemberdayaan untuk saudara-saudara kita yang sudah kembali ke masyarakat. Kita yang bisa memulai kehidupan baru yang lebih baik dan tidak terjerumus ke dunia narkoba lagi,” jelas Mensos.

Mensos ikut melakukan pemusnahan barang narkotika golongan 1 yang terdiri dari 86.623 gram sabu, 80.430 gram ekstasi, 211 gram tembakau gorila dan 1.538 gram dimetiltriptamina. Pemusnahan barang bukti narkotika ini sudah empat kali dilakukan pada tahun 2020.

Kepala BNN, Heru Winarko mengatakan bahwa barang bukti narkotika berasal dari fakta yang berbeda, yaitu dari Kantor Gedung Pos Pasar Baru, Agen Tiki Tangerang, Apartemen Gading Nias, Jalan Industri Raya Cikarang, toko beras daerah Industri Raya Cikarang dan di parkiran Hotel Amaroossa .

Setelah melakukan pemusnahan barang bukti narkotika, Mensos dan Dirjen Rehsos diajak untuk meninjau Balai Besar Rehabilitasi BNN di wilayah Lido, Sukabumi.

Balai Besar BNN memberikan layanan rehabilitasi mulai dari detoksifikasi yaitu penanganan dengan terapi simptomatik, unit entri / stabilisasi pasca putus zat, program _primary_ yaitu program rehabilitasi sosial dengan metode _Theurapeutic Community_ (TC), _re-entry_menggunakan terapi vokasional dan sosialisasi dan posturpermainan lapangan.

Kemensos akan belajar banyak dari BNN dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Saya sudah meminta Bapak Harry Hikmat untuk mengundang para Kepala Balai Rehsos Napza studi banding dan belajar di instalasi milik Balai Besar Rehabilitasi BNN,” kata Mensos.

BNN juga sudah memiliki lembaga sertifikasi profesi untuk konselor. Harapannya Sumberdaya Manusia di Ditjen Rehsos dapat memperoleh sertifikasi juga dari BNN agar dalam pekerjaan mereka lebih baik pengetahuannya.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh Deputi Pemberantasan BNN, Pelaksana Tugas Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyiaran Napza Kemensos, Kepala Biro Humas dan Kepala Bagian Organisasi, Hukum dan Humas. (Juga)

Categories: Berita Nasional

Leave A Reply

Your email address will not be published.

cialis https://academicjournals.org/js/ckfinder/ckfinder.html https://www.e-act.nl/admin/img/0/novagra-turkiye-satis-sitesi.pdf https://catholicculture.org/userfiles/files/novagra-satin-al.pdf https://egeduyuru.ege.edu.tr/dosyalar/novagra-nedir.pdf pendik escort