Kemensos Dorong Implementasi ATENSI Melalui Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia

Banyuwangi, Jawa Timur Pripos.id (18/09/2020) – Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat memberikan arahan secara virtual dalam kegiatan Review dan Evaluasi Program dalam mendukung Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang diselenggarakan oleh Balai Besar ” Prof. Dr. Soeharso “Surakarta.

Harry menyatakan bahwa Balai Besar “Prof. Dr. Soeharso” Surakarta sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Kemensos harus mempersiapkan diri, karena akan menjadi balai percontohan untuk layanan terpadu. “Harus menjadi contoh bagi Balai Rehabilitasi Sosial lain dalam melaksanakan layanan terpadu,” ungkapnya lewat siaran pers-nya yang dikirim humas Ditjen Rehsos ke redaksi Pripos.id, Jum’at (18/09/2020).

Harry mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Balai Besar “Prof. Dr. Soeharso” Surakarta, karena inisiasi kegiatan ini akan memberikan pemahaman yang lebih kuat terhadap langkah langkah strategis atau teknis dalam pelaksanaan ATENSI yang rencananya akan dimulai pada Oktober 2020.

Dalam hal ini, Harry juga menyampaikan bahwa penting bagi balai untuk menjalin kerjasama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Ini menjadi wujud dari pendekatan berbasis komunitas dalam ATENSI.

Dalam menjalin kerjasama, tentu Kemensos ingin memiliki mitra kerja yang terpercaya. Untuk itu Balai perlu mendorong LKS untuk dapat mengikuti akreditasi. Inhal ini bisa bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Profesi (Pusbangprof) Kemensos RI.

Selain akreditasi lembaga, lebih dalam lagi perlu juga sertifikasi sumbedaya manusia baik Pendamping Rehabilitasi Sosial atau Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS).

Jika akreditasi maupun sertifikasi belum terlaksana, Balai bersama Direktorat Teknis di pusat bisa melakukan bimbingan teknis tersertifikasi. “Bisa dibilang semi diklat. Semua ini dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan,” tutur Harry.

Harry mengingatkan bahwa Balai akan menghadapi tanggung jawab besar karena akan memperluas jangkauan penerima manfaat (PM) dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak secara konstruktif. Ini dinamika yang akan digunakan oleh petugas kemanusiaan di Balai.

Selain itu, Balai Besar “Prof. Dr. Soeharso” Surakarta tidak akan berfungsi hanya dalam hal rehabilitasi sosial, tetapi juga bertumpu pada kegiatan habilitasi. Oleh karena itu, layanan ATENSI harus merentang dari anak usia dini hingga lanjut usia, karena ada individu yang memang sejak lahir sudah mengalami disabilitas.

Sebanyak 30,4 juta jiwa penyandang disabilitas yang perlu diimplementasikan keragamannya, karena Balai Besar “Prof. Dr. Soeharso” Surakarta akan menjadi pusat terpadu bagi penyandang disabilitas. Artinya tidak hanya disabilitas fisik yang dilayani, tetapi ragam disabilitas lainnya seperti disabilitas mental, intelektual, sensorik maupun disabilitas ganda / multi.

Balai Besar “Prof. Dr. Soeharso” Surakarta juga harus melakukan 18 Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas lainnya dalam pelaksanaan habilitasi dan rehabilitasi.

Sebagai bentuk penghormatan, pemenuhan dan perlindungan hak-hak penyandang disabilitas, harus juga difikirkan bahwa perlu ada jaminan sosial atau pemberdayaan sosial bagi penyandang disabilitas. Maka PM juga perlu diintegrasikan dengan program kesejahteraan sosial lainnya seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Sembako dan program lainnya.

Pada intinya, Rehabilitasi Sosial orientasinya adalah kepada layanan sosial, bukan bantuan sosial. Layanan ini mencakup seluruh lapisan masyarakat mulai dari masyarakat dengan tingkat pendapatan rendah hingga masyarakat dengan tingkat pendapatan tinggi.

Persiapan Balai Besar “Prof. Dr. Soeharso” Surakarta sebagai Sentra Layanan Sosial (SERASI) harus diperhatikan. Dengan membangun SERASI, Kemensos akan perbaiki aksesibilitas kepada berbagai kebutuhan dasar penyandang disabilitas, termasuk lapangan pekerjaan dan fasilitas kesehatan.

Oleh karena itu, Harry mengarahkan agar mempersiapkan MoU dengan dinas terkait, dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Ketenagakerjaan dan lainnya agar mudah mendapat akses dalam penyampaian SERASI.

“SERASI mendapat dukungan dari Bappenas karena Kemensos harus menjadi sektor terkemuka dalam terhubung dengan semua layanan pemerintah lainnya,” pungkas Harry.

Kegiatan Review dan Evaluasi Program dalam mendukung ATENSI ini dilaksanakan di Hotel Ketapang Indah Banyuwangi dan diikuti oleh 136 peserta yang merupakan pegawai Balai Besar “Prof. Dr. Soeharso” Surakarta. (Nor)

Categories: Berita Daerah

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Pripos.id