Kemensos Hadir Laksanakan Layanan Dukungan Psikososial bagi Penyintas Bencana Gempa Bumi di Mamuju

MAMUJU, SULBAR, PRIPOS.ID (29/01/2021) – Kementerian Sosial melalui Balai Anak Paramita di Mataram dan Balai Anak Toddopuli di Makassar hadir kembali di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kegiatan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) difokuskan kepada anak-anak yang berada di _shelter_ pengungsian yang berlokasi di Stadion Manakarra.

I Ketut Supena, selaku Kepala Balai Anak Paramita yang turun langsung ke lokasi pengungsian menuturkan, “Kami hadir kembali di Sulawesi Barat setelah beberapa waktu sebelumnya juga telah menyalurkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi anak dan bayi di Kabupaten Mamuju sehari pasca gempa. Hal ini sebagai tanggung jawab kami karena wilayah Sulawesi Barat merupakan jangkauan wilayah kerja Balai Anak Paramita.”

Layanan Dukungan Psikososial adalah bentuk kegiatan yang berfokus untuk membawa kebahagiaan bagi anak. Hal ini penting untuk memastikan agar anak tetap sehat secara mental, psikologis, dan sosialnya. LDP berfokus kepada penguatan resiliensi (aspek psikologis) anak dan juga interaksi sosial (aspek sosial) antar individu dengan lingkungannya.

“Anak memiliki kesempatan untuk terus tumbuh dan mencapai cita-citanya. Kegiatan ini juga menjadi katalisator agar anak dapat segera melupakan bencana yang terjadi, dan meminimalisir dampak traumatik yang dirasakan oleh anak-anak.” Ungkap Supena.

Kegiatan LDP dilakukan dengan melakukan terapi bermain dan edukasi bagi anak, dan juga psikoedukasi bagi orangtua yang juga menjadi faktor penting dalam pemulihan kondisi anak ke ambang batas wajarnya. Kondisi bencana membuat anak tidak dapat melanjutkan hidupnya seorang diri saja, maka dari itu peran orangtua dan lingkungan terdekatnya juga penting dalam masa rentan tersebut.

Kepala Balai Anak Toddopuli, Christiana Junus yang turut hadir di Stadion Manakarra menyampaikan, “Kami selaku balai terdekat ke lokasi bencana juga turut mendukung pelaksanaan LDP yang dilakukan hari ini. Saat terjadi bencana, semua sendi dan tulang Kementerian Sosial harus ikut turun sebagai tanggung jawab kepada masyarakat.”

Selain LDP, Balai Anak Paramita dan Balai Anak Toddopuli juga memberikan paket makanan basah dan kering kepada 185 orang anak yang ada di _shelter_ pengungsian tersebut. Dikonfirmasi setelah kegiatan, Nayla salah satu penerima manfaat mengatakan, “Kami senang ada kakak dan teman-teman datang, buat kami gembira, kami senang.”

Dalam kegiatan ini, selain dihadiri oleh Tim LDP Balai Anak Paramita dan Balai Anak Toddopuli, juga turut dihadiri oleh Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak dan pilar-pilar sosial Kementerian Sosial RI.(nor)

 

Categories: Artikel

Leave A Reply

Your email address will not be published.