Kementan Ajak Masyarakat untuk #BijakCerdasAntibiotik

Bandar Lampung, Pripos.id (23/11/2019) – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bersama Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) ECTAD dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) bekerja sama dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung, Universitas Lampung, dan Pinsar Petelur Nasional (PPN) Lampung menggelar kampanye bijak dan cerdas menggunakan antibiotik di Lapangan KORPRI, Bandar Lampung, 22 November 2019. Kampanye ini adalah destinasi populer di Pekan Kesadaran Antibiotik Sedunia 2019 di Indonesia.

Dalam sambutan tertulisnya I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) yang dibacakan oleh Syamsul Ma’arif, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, mendesak untuk memperbincangkan peningkatan resistensi antimikroba.

“Tantangan dalam antisipasi antimikroba dan mengendalikan infeksi baru yang harus dihadapi dan mempertanggungjawabkan semua pihak, untuk segala sesuatu harus senantiasa meningkatkan kompetensi profesional dan harus dapat menjaga agar antimikroba tetap efektif,” katanya.

Menyambung ucapan Syamsul, Direktur Kantor Keuangan USAID, Ravindral Suaris, menyetujui peran Pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Pertanian, atas langkah – langkah penting dalam mencegah dan mengendalikan resistensi antimikroba.

* Sertifikasi NKV *

Di sektor peternakan, AMR tidak hanya dapat mendukung keberlangsungan kemampuan dalam mengendalikan penyakit pada ternak, akan tetapi juga mendukung keberlangsungan ketahanan pangan yang mendukung keberlangsungan sektor pertanian dalam menyediakan sumber pangan hewani untuk masyarakat.
Menurut Gubernur Lampung Arinal Djuanidi, Provinsi Lampung sangat mendukung masalah ini, salah satu upaya pembinaan, pengawasan peredaran dan penggunaan obat-obatan pada ternak melalui Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) pada unit Usaha Peternakan. NKV adalah sertifikat sah terpenuhi persyaratan kebersihan sanitasi sebagai kelayakan dasar.

“Sertifikat NKV ini adalah persetujuan pemerintah dalam pemberian Jaminan keamanan bagi masyarakat, hingga saat ini di Indonesia ada 45 unit usaha Budidaya peternakan yang telah mendapatkan sertifikasi NKV dan 14 (30%) yang dibiayai adalah Budidaya Unggas Petelur di Provinsi Lampung, atau yang terbanyak di Indonesia ”jelasnya saat menerima sertifikat per penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Gubernur Lampung bersama Ditjen PKH, serta Pinsar Petelur Nasional untuk mendapatkan sertifikasi NKV. Peternak unggas petelur terbanyak di tahun 2019.

Atas persetujuan ini, Arinal menyampaikan bahwa Provinsi Lampung mendukung pembangunan berkelanjutan, mulai dari menyediakan fasilitas kredit untuk peternak, sampai dengan mendukung peningkatan nilai tambah dan daya saing produk telur. Hal ini sangat sesuai dengan tujuan pemerintah provinsi Lampung untuk menjadikan Lampung sebagai lumbung ternak Indonesia.

Ketua Tim, FAO ECTAD, James McGrane, menambahkan bahwa peternakan adalah usaha dan industri peternakan sangat membantu dalam solusi perlindungan laju resistensi antimikroba. Menurutnya, peternak perlu menerapkan praktik-praktik peternakan yang baik dan pencegahan dan pengendalian infeksi, di mana di dalamnya terdapat implementasi biosekuriti 3 zona, vaksinasi yang sesuai, dan sehat, hidup sehat dan sehat.

“Hal ini menjadi solusi untuk penggunaan antimikroba di peternakan. Harapannya, dengan peternakan yang bersih dan selamat, tercipta ternak yang sehat dan tidak mudah melemahkan penyakit,” ujar James. (Juga)

Categories: Berita Daerah

Pripos.id