Kementan Jalin Kemitraan untuk Perkuat Hilirisasi Kopi dan Kakao Bali

BALI, PRIPOS.ID (25/06/2022) – Sektor pariwisata Bali kembali menggeliat setelah hampir 2 tahun “tertidur” akibat dampak pandemi Covid-19. Kondisi ini turut berdampak positif bagi hilirisasi komoditas perkebunan di Bali khususnya kopi dan kakao.

Bali merupakan salah satu Kawasan Pengembangan Kopi dan Kakao Nasional yang menjadi fokus kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperkuat Hilirisasi dan akses pasarnya.

Untuk itu Kementan berupaya menggerakan kembali semangat kelompok tani atau subak komoditas kopi dan kakao di Bali melalui peningkatan kemitraan pemasaran dengan offtaker atau perusahaan ekspor.

Bali sudah mulai bangun lagi setelah 2 tahun, berjuang dan bertahan, terutama sektor pariwisata yang andal provinsi Bali sempat mati suri akibat pandemi. Tahun ini, perlahan-lahan kami mulai bangkit, terutama di sub sektor perkebunan yang mulai mencatat kinerja pasar yang signifikan, terutama komoditas kopi dan kakao,” ujar I Gusti Agung Bagus Adiyasa, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Bali, saat menghadiri pertemuan Capacity Building Petani dan Pelaku Pencocokan Bisnis Ekspor Perkebunan yang digelar Ditjen Perkebunan, Kementan hotspot dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, (20/06).

Menurut I Gusti Agung Bagus pertemuan ini sarana sekaligus penyemangat bagi para pelaku usaha dan pekebun di Bali untuk terus memperkuat kemitraan, hilirisasi dan akses pasar unggulan menjadi perkebunan.

“Pemerintah provinsi Bali mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan atas pemilihan Bali sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan Peningkatan Kapasitas Petani dan Pencocokan Bisnis Pelaku Ekspor Perkebunan,” ujarnya.

Sementara itu Subkoordinator Kelompok Pemasaran Internasional, yang mewakili Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, M. Fauzan Ridha, menyebutkan bahwa Kementan terus mendorong dan memfasilitasi terbentuknya kemitraan pemasaran yang berkelanjutan terutama dalam menyerap produk perkebunan ditingkat petani oleh pelaku usaha atau offtaker.

Dari hasil pertemuan tersebut
tercatat 3 kemitraan pemasaran yang berhasil ditandatangani yaitu Kesepakatan kerjasama pemasaran kopi robusta antara UPH Giri Manik Pertiwi dengan pelaku usaha CV. Pusaka Bali Persada, Kesepakatan kerjasama pemasaran biji kakao fermentasi antara Kelompok Tani Buana Mekar dengan Koperasi Kerta Samaya Samaniya, dan Kelompok Tani Manik Amerta Buana dengan Koperasi Kerta Samaya Samaniya.

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Dedi Junaedi mengatakan saat ini ekspor kopi Indonesia meningkat 0,9% dari sisi volume dan meningkat 3,6% jika dilihat dari tahun 2020 dibandingkan 2021, sedangkan untuk kakao terjadi penurunan ekspor yang terutama signifikan dari sisi volume atau menurun 31,6%.

“Kedepan kami melihat komoditas kopi masih akan terjadi peningkatan ekspor seiring dengan peningkatan konsumsi kopi dunia, sedangkan untuk kakao, tantangan yang perlu dibenahi tentunya masalah produksi dan produktivitas,” kata Dedi.

Menurut Dedi, yang masih menjadi tantangan kedepan adalah dari sisi standarisasi mutu terkait kadar MRL yang dipersyaratkan seperti isoprocarb, glyphospate, klorpirifos dan klorpirifos-metil di kopi serta cadmium dan klorpirifos dan klorpirifos-metil di kakao.

“Untuk penanganan GAP dan GHP ditingkat petani akan terus menjadi perhatian Kementan khususnya Ditjen. Perkebunan,” ujarnya

Menurut Dedi, Peluang terbesar yang akan dihadapi adalah bagaimana menggandeng sektor pariwisata dan sub sektor perkebunan agar nilai tambah dan daya tarik tersendiri untuk meningkatkan akses pasar dan investasi.

“Pastikan promosi menjadi hal yang sangat penting untuk dapat memperkenalkan produk perkebunan di provinsi Bali, di tahun 2022 ini mudah-mudahan peluang promosi di Odicoff (one day with Indonesia Coffee, Fruit and Floriculture) akan terlaksana secara optimal,” harap Dedi.(nor)

Categories: Ekonomi dan Bisnis

Leave A Reply

Your email address will not be published.