Kementerian Perdagangan Jamin Stok Beras Sebesar 3,3 Juta Ton dan Bapok Lainnya Cukup Hingga Lebaran 2020

JAKARTA, PRIPOS.ID (29/4/2020)  Kementerian Perdagangan menjamin stok barang kebutuhan pokok (bapok) yang dibutuhkan masyarakat cukup selama bulan puasa Ramadan dan Lebaran 2020. Khususnya stok nasional beras berdasarkan laporan Perum Bulog dan Kementerian Pertanian tercatat sebesar 3,3 juta ton. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Suhanto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI pada Kamis (23/4).

“Kementerian Perdagangan menjamin stok beras aman selama bulan puasa Ramadan dan menjelang Lebaran 2020. Pemerintah akan bekerja keras menjaga stok beras dapat tercukupi dengan harga stabil agar masyarakat tidak perlu khawatir dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan khidmat,” tegas Suhanto dihadapan Komisi VI DPR RI.

Pemerintah memiliki stok nasional beras sebesar 3,3 juta ton yang terdiri atas stok di Perum Bulog sebesar 1,39 juta ton, stok di penggilingan sebesar 1,2 juta ton, stok di pedagang sebesar 728 ribu ton, stok di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebesar 30.620 ton, dan stok di Lumbung Pangan Masyarakat binaan BKP sebesar 2.939 ton. Sedangkan berdasarkan data Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian pada Maret–Agustus 2020 potensi produksi beras dalam kondisi normal sekitar 19,8 juta ton.

Suhanto menjelaskan, saat ini terdapat potensi penurunan produksi sekitar 10 persen. Sehingga produksi Maret–Agustus 2020 diasumsikan menjadi sekitar 17.852.267 ton dan ketersediaan beras menjadi 21.366.003 ton. “Dengan kebutuhan 15.099.845 ton, maka masih terdapat surplus

6.266.158 ton yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga bulan November 2020,” tuturnya.

Selain itu, sebagian besar sentra produksi telah memasuki panen raya dan diperkirakan akan selesai pada Mei 2020. Harga gabah kering panen di petani juga cenderung naik dengan rata-rata saat ini berkisar Rp4.800–4.900/kg.

Saat ini, stok beras di gudang penggilingan Perpadi juga menurun signifikan dibanding tahun sebelumnya. Hal ini karena sudah dipasok ke pasar yang permintaannya mencapai tiga kali lipat dari kondisi normal masa sulit COVID-19 dan puasa Ramadan.

“Peningkatan permintaan tersebut dipengaruhi oleh pembelian masyarakat yang lebih banyak dari biasanya karena sebagian besar masyarakat berdiam atau tinggal di rumah untuk menjalankan kerja dari rumah (work from home) sehingga stok di rumah tangga meningkat. Selain itu, hal ini juga karena adanya paket bantuan bapok oleh Pemerintah Pusat dan Daerah di masa sulit ini yang juga cenderung naik,” imbuh Suhanto.(fai)

Categories: Uncategorized

Leave A Reply

Your email address will not be published.